Waktu Dunia Makin Cepat Berlalu

Waktu Dunia Makin Cepat Berlalu

Waktu Dunia Makin Cepat Berlalu

Lima - Sekitar 190 wakil pemerintah bertemu di Lima pada Selasa (2/12/2014) untuk membahas harapan untuk mencapai perlambatan perubahan iklim hingga 2015, sementara menghadapi waktu yang cepat berlalu dalam usaha menjaga batas aman pemanasan global.
 
Kerjasama antara Tiongkok dan Amerika Serikat, dua negara penghasil gas rumah kaca tertinggi dan keputusan Uni Eropa untuk memangkas emisinya telah memberikan suasana baru dalam perundingan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang selama dua dasawarsa telah gagal mencapai kesepakatan.
 
" Kami telah menerima tanda-tanda baik," kata Menteri Lingkungan Hidup Peru, Manuel Pulgar Vidal kepada para utusan dalam pembukaan konferensi yang berlangsung pada 1-12 Desember di markas militer di Lima.
 
Para utusan dari berbagai negara itu diharapkan dapat menghasilkan elemen-elemen kesepakatan dalam memerangi perubahan iklim untuk dibahas pada pertemuan puncak di Paris sebagai bagian dari pencapaian pemmbatasan suhu udara rata-rata dunia menjadi dua derajat di atas masa pra-industri.
 
Suhu udara telah meningkat 0,9 derajat Celsius (1,5 F) dan panel pakar cuaca PBB mengatakan ada risiko dampak yang tidak dapat diubah, bervariasi dari kerusakan terumbu karang hingga melelehnya es di Greenland yang akan menaikkan permukaan laut.
 
"Jendela untuk aksi sudah dengan cepat menutup," kata Rajenda Pachauri, kepala Panel Perubahan Iklim Antarpemerintah di PBB.
 
Ia mengatakan ada 95 persen kemungkinan bahwa emisi buatan manusia adalah penyebab utama pemanasan.
 
Perundingan memasuki suasana baru mengenai harapan kesepakatan, meskipun turunnya harga minyak menyulitkan peralihan pada energi yang dapat diperbarui.
 
PBB bulan lalu menyetujui pemotongan emisi dari 26 menjadi 28 persen di bawah tingkat 2005 dan Tiongkok setuju untuk membatasi emisinya hingga 2030.
 
Uni Eropa juga berniat memangkas emisinya hingga 40 persen di bawah batas 1990.
 
"Kami ingin ada lebih banyak negara yang bergerak maju dengan rencana pemangkasan," kata Elina Bardram dari Komisi Eropa.
 
"Saat ini kita menuju pemanasan antara 3-4 derajat Celsius," kata Tony de Brum, Menteri Luar Negeri Kepulauan Marshall, dan menegaskan bahwa keadaan itu akan menjadi "bencana" bagi dunia. (AY)
.

Categories:Internasional,