Kerusakan KBU ternyata Merambah hingga ke tengah Hutan

Kerusakan KBU ternyata Merambah hingga ke tengah Hutan

Kerusakan KBU merambah ke kawasan hutan Arcamanik dan Palintang di Kecamatan Cimenyan serta Cilengkrang Kabupaten Bandung. (foto - Basuki Suhardiman)

Bandung  -  Kerusakan  lingkungan  di  Kawasan  Bandung  Utara  (KBU)  tidak  hanya  terjadi  di  sekitar  wilayah  Lembang  dan Ciburial, tapi juga terjadi di kawasan Hutan Arcamanik dan Hutan Palintang di Kecamatan Cimenyan dan Cilengkrang Kabupaten Bandung.
 
Seorang Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Basuki Suhardiman yang aktif bergiat di Yayasan Odesa Indonesia, melakukan kegiatan pemotretan untuk dokumentasi dengan video drone.
 
"Saya mengamati sejak 3 tahun lalu. Di sekitar Oray Tapa terjadi kerusakan hutan yang hebat. Tak hanya di pinggir tapi juga bagian dalam hutan. Bagian pinggir hutan memang masih tampak banyak pohon pinus, tapi kalau kita masuk ke dalam hutan hingga jarak 2 hingga 6 km akan terlihat banyak pohon yang hilang,” kata Basuki, Minggu (24/11/2019) seperti dilansir PRFM.
 
Dalam video dan foto yang dikumpulkan Basuki Suhardiman, banyak area hutan yang pohonnya semakin jarang. Bahkan banyak area yang membentuk blok lahan pertanian tanpa menyisakan pohon. Menurut pengamatan Basuki yang selama tiga tahun terakhir mendampingi petani di Cimenyan, krisis lingkungan terus terjadi tanpa pernah ada solusi dari pemerintah maupun pihak pengelola hutan.
 
"Jangankan memberi solusi perbaikan lingkungan. Sudah tahu monoculture merusak lingkungan, Bupati Kabupaten Bandung justru menggerakkan budidaya tanaman bawang tanpa menyertakan program Agroforestry.
 
Begitu juga dengan Gubernur Jabar, hanya bisa bicara soal IMB dan sebatas melontarkan wacana. Ini masalah pertanian, masalah pohon juga harus diurus," katanya. Setiap kali pemerintah bicara krisis lingkungan, Kawasan Bandung Utara selalu dilekatkan dengan masalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sering membuat rencana tanpa kejelasan pelaksanaan.
 
"Jadi yang dilihat seakan krisis Bandung Utara itu hanya berkisar pada bangunan hotel, cafe dan perumahan. Padahal krisis meluas sampai hutan Palintang dan Cileunyi. Wacana pembentukan Pemerintahan Regional Cekungan Bandung sudah lewat satu tahun, sampai saat ini tidak ada kejelasan," tegas Basuki.
 
Ia menilai, pertanian di pinggir hutan sebenarnya tidak masalah dengan catatan harus diurus dengan model agroforestry. Pemerintahan selama ini tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan, sehingga tidak tahu solusi yang tepat. "Soal rusak hutan menjadi kawasan pertanian, karena pemerintah tidak pernah memberi solusi yang tepat terhadap para petani," katanya. (Jr.)**

 

.

Categories:Nasional,
Tags:,