Rusuh di Irak, 30 Demonstran Tewas Ditembak dalam Sehari

Rusuh di Irak, 30 Demonstran Tewas Ditembak dalam Sehari

Demonstrasi anti-pemerintah di Irak terus memanas. (foto - Associated Press)

Baghdad - Sedikitnya 30 demonstran  anti-pemerintah  tewas  ditembak mati oleh  pasukan keamanan Irak dalam sehari. Kerusuhan di Ibukota dan wilayah selatan Irak itu terus meningkat, setelah pembakaran gedung konsulat Iran.
 
Dilaporkan Associared Press, Kamis (28/11/2019) pasukan keamanan Irak menembakkan peluru langsung kepada demonstran di Jembatan Ahrar yang strategis di Baghdad. Menurut pejabat keamanan dan petugas medis, ada 4 demonstran tewas dan 22 lainnya luka-luka.
 
Kerusuhan yang terjadi di seluruh Irak selatan berlanjut hingga malam hari. Pasukan keamanan membunuh 23 demonstran dan melukai 165 sejak Rabu malam. Para demonstran itu menutup jalan-jalan, pasukan polisi dan militer pun dikerahkan di provinsi yang kaya minyak.

Demonstran yang berada di Baghdad berusaha untuk menyeberangi Jembatan Ahrar, yang mengarah ke dekat Zona Hijau yang dijaga ketat sebagai pusat pemerintahan Irak.
 
Para demonstran menduduki bagian dari tiga jembatan yakni Jumhuriya, Sinak dan Ahrar. Jembatan itu semuanya mengarah ke daerah benteng. Para pejabat berbicara dengan syarat anonimitas sesuai dengan peraturan.

Demonstran pun membakar konsulat Iran di kota suci Najaf, Rabu malam. Sejak protes anti-pemerintah pecah dua bulan lalu, penyerangan itu sebagai salah satu yang terburuk menargetkan kepentingan Iran di negara itu. Staf Iran bisa melarikan diri keluar dari pintu belakang agar tidak terluka.

Sebelumnya, sejauh ini korban tewas dalam kerusuhan jalanan sejak awal Oktober lalu telah mencapai lebih dari 360 orang, dan lebih dari 15 ribu lainnya luka-luka. Namun, otoritas Irak tidak merilis angka terbaru mengenai jumlah korban. (Jr.)**



.

Categories:Internasional,
Tags:,