Digerebek Pabrik Ilegal di Penjaringan, Polisi Sita 16 Ribu HP

Digerebek Pabrik Ilegal di Penjaringan, Polisi Sita 16 Ribu HP

Para pekerja di pabrik rakitan HP kawasan Penjaringan Jakarta Utara. (foto - ist)

Jakarta - Tim  Unit  V Krimsus  Polres  Metro  Jakarta  Utara  menggerebek  pabrik  handphone  rakitan  ilegal  di kawasan Penjaringan Jakarta Utara. Dalam penggerebekan itu polisi menangkap Nicky Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono, lokasi pabrik berada di Ruko Toho Blok N 28-30 Kelurahan Kamal Penjaringan. Pengungkapan pabrik ilegal itu berawal dari informasi warga, ada kegiatan perakitan handphone ilegal sejak akhir 2017.

Polisi lalu melakukan penggerebekan, pada Kamis 28 November sekitar pukul 18.00 WIB. "Setelah diselidiki diketemukan, di tempat itu ada kegiatan memproduksi dan merakit handphone yang tidak memiliki izin postel (dokumen wajib perusahaan distributor atau produsen alat telekomunikasi)," kata Wirdhanto, Senin 2 Desemberr 2019.

Menurutnya, saat dilakukan penangkapan para karyawan pabrik sedang melakukan kegiatan perakitan handphone. Total ada 29 orang yang bekerja di pabrik tersebut. Tiga di antaranya masih di bawah umur. "Yaitu HN (14), SA (15) dan MNI (16)," katanya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan, pelaku mendapatkan barang untuk merakit handphone dari Cina. "Mereka mengimpor aksesoris dari Cina lalu dirakit di Indonesia tanpa izin dari postel. Mereka impor HP dari Cina tapi ketika dipasarkan belum berbahasa Indonesia," tegasnya.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan 16 ribu unit handphone rakitan yang langsung diamankan. Dari pengungkapan kasus tersebut, negara mengalami kerugian sekitar Rp 12 miliar. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,