Gadis India Tewas Ditembak & Dibakar usai Diperkosa Massal

Gadis India Tewas Ditembak & Dibakar usai Diperkosa Massal

Unjuk rasa kasus pemerkosaan melanda di seluruh negeri di India. (foto - Associated Press)

New Delhi  -  Seorang  gadis  di  India  timur  jadi  korban  pemerkosaan  massal  yang  kemudian  ditembak  serta  dibakar hingga tewas. Hal itu merupakan kasus terbaru dalam rangkaian kejahatan kekerasan seksual di India, yang memicu kemarahan dan unjuk rasa di seluruh negeri.

Pihak kepolisian menduga, korban yang umur dan identitasnya belum diketahui itu diperkosa massal, dibunuh dan jasadnya dibakar sebelum dibuang ke lahan kosong di Kota Buxar, negara bagian Bihar. "Kami menerima jasad terbakar pada Selasa, sehari setelah dia menghilang dari rumahnya di Kota Buxar," kata polisi.

Diansir AFP, Rabu (4/12) polisi mengatakan, saat ini tengah menunggu laporan medis jasad korban. Kasus itu muncul di tengah marahnya publik India atas kasus pemerkosaan massal, dan pembunuhan dokter hewan 27 tahun di Hyderabad pekan lalu.

Empat orang pria sengaja membocorkan ban motor korban dan mengajak korban ke sebuah tempat persinggahan mobil truk, dengan iming-iming bantuan mengatasi ban bocor. Para pria tersebut kemudian memperkosa korban dan membunuhnya, serta tubuhnya dibakar di bawah sebuah jembatan terpencil.

Kejahatan mengerikan itu telah memicu unjuk rasa di seluruh India. Para pengunjuk rasa mendesak pemerintah untuk mengusut dengan cepat kasus pemerkosaan, sekaligus pelaku segera dihukum tanpa penangguhan.

Pada Selasa, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di pusat Kota New Delhi meminta para pemerkosa segera dihukum. Kasus pemerkosaan di India kerap mengendap bertahun-tahun di bawah sistem peradilan yang berbelit-belit, meski ada upaya baru-baru ini untuk membentuk pengadilan jalur cepat.

Sejumlah pengunjuk rasa menyerukan hukuman yang setimpal bagi pelaku pemerkosaan. "Jika perempuan memenggal kepala dari para pemerkosa itu, kemudian secara otomatis kita akan melihat masyarakat berubah menjadi lebih baik," kata pengunjuk rasa, Kanchan Giri dalam aksinya.

"Menurut saya, perempuan harus membawa sebilah pedang ketika mereka melangkah keluar rumah jadi jika dia menghadapi seorang pemerkosa mereka harus memenggalnya". Pimpinan Komisi Perempuan Delhi, Swati Maliwal mengumumkan akan mogok makan demi menuntut undang-undang yang menetapkan, pelaku yang memperkosa anak di bawah umur dihukum gantung dalam waktu enam bulan setelah dihukum.

"Saya menuntut hukuman yang ketat dan cepat," katanya. Kekerasan seksual terhadap perempuan menjadi sorotan, setelah kasus pemerkosaan massal seorang mahasiswa dalam sebuah bus di Delhi pada 2012 lalu. Berdasarkan data resmi, lebih dari 33 ribu perempuan diperkosa di India pada 2017. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,