Ratusan Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Tasikmalaya

Ratusan Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Tasikmalaya

Pergerakan tanah di Tasikmalaya meluas, ratusan rumah rusak. (foto - ist)

Tasikmalaya - Ratusan rumah warga di empat dusun Desa Pusparahayu Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya mengalami retak-retak akibat pergeseran tanah.
 
Camat Puspahiang Zalkaf Drasma menyatakan, sedikitnya ada 146 rumah yang mengalami rusak. Lebar retakan tanah itu menganganga hingga lebih dari 3 centimeter. Terutama di kawasan Kampung Babakan sebagai titik koordinat retakan secara kajian dari Badan Geologi.
 
Kejadian pergeseran tanah itu sudah dilaporkan kepada Bupati melalui BPBD. "Kami melakukan pendataan dan identifikasi bersama relawan bencana Puspahiang. Kami mengimbau warga untuk waspada, karena baru 2 hari turun hujan dampaknya sudah besar," katanya, Kamis (5/12/2019).

Ia mengatakan, pergerakan tanah bisa meluas apalagi menghadapi musim hujan, sehingga warga harus mencari lokasi yang lebih aman. "Warga diupayakan mengungsi ke titik lokasi yang ditentukan. Namanya fenomena alam tidak bisa diprediksi. Kami mohon kepada BPBD menindak-lanjuti surat kami," katanya.

Ia berharap, BPBD menurunkan tim ahli untuk menindaklanjuti, bagaimana langkah kecamatan dan desa dalam melaksanakan pengamanan warganya. Pergerakan tanah banyak di daerah kebun dan lapangan.

Kades Pusparahyu Rahmat Nugraha mengatakan, pergerakan tanah di Desa Pusparahayu sebagai zona merah. Pada tahun 2017 ada sebanyak 114 rumah yang mengalami kerusakan, sehingga Desa Pusparahayu ditetapkan sebagai zona merah dan dibentuk desa tangguh bencana.

Sedangkan Danramil 1222 Salawu Kapten Cba Lulus R mengatakan, relawan bencana dan aparat desa serta sejumlah elemen masyarakat melaksanakan kesiapsiagaan di Dusun Pendir Desa Pusparahayu.
 
Yakni di Kampung Sindanglengo RT 01, Kampung Cigadung RT 02, Kampung Burujul RT 03 dan di Kampung jajaway RT 04. "Meninjau lokasi dan memberikan sosialisasi untuk penanggulangan bencana kepada masyarakat terdampak," katanya.

Dari hasil cek lokasi dan pendataan, ada sebanyak 142 rumah warga yang terdampak, dua mushola, 2 dua masjid dan 436 jiwa terdampak dari bencana pergerakan tanah tersebut. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,