Viral, Polwan Hongkong Duduki Gadis 14 Thn Saat Ikut Demo

Viral, Polwan Hongkong Duduki Gadis 14 Thn Saat Ikut Demo

Polwan Hongkong duduki gadis 14 tahun saat demo gegerkan warganet. (foto - SCMP)

Hongkong  -  Foto   seorang  polisi   perempuan  Hongkong   berpakaian  preman  memakai  masker,  terlihat   menduduki punggung seorang siswi 14 tahun di trotoar membuat geger media sosial.

Perempuan yang mengenakan seragam sekolah tersebut adalah satu dari empat siswa sekolah menengah, yang ditangkap di persimpangan Jalan Ma Tau Wai dan Jalan Tam Kung di To Kwa Wan, sekitar pukul 07.15 waktu setempat.

Dilansir South China Morning Post, Rabu (4/12/2019) polisi mengatakan, gadis itu menolak ditangkap dan seorang pria berusaha membantunya untuk melarikan diri. Menurutnya, siswi itu hendak ditangkap karena dia dan tiga orang siswa berusia 15 tahun lainnya, berada di antara kelompok pendemo yang membuat memblokade jalan dengan menyemprotkan cat pada bus yang sedang lewat.

Kejadian itu berlangsung saat polisi yang mengenakan pakaian biasa menyerbu barikade mereka. Saat ditanya apakah polisi bertindak berlebihan, Chung mengatakan, "Siswi itu berusaha keras melawan dan tersangka 47 tahun itu coba menyerang rekan perempuan kami, dalam upaya membantu siswa perempuan itu melarikan diri".

"Siswa perempuan itu kemudian diborgol dan tidak ada lagi orang yang mendudukinya. Jadi ini adalah aksi yang minim paksaan". Setelah penangkapan, beberapa petugas terlihat memegang tongkat pemukul untuk menjaga para tersangka di tempat kejadian, sambil menunggu datangnya mobil polisi.

Petugas menyita sejumlah barang, antara lain kaleng semprot, tongkat, masker wajah dan sarung tangan dari para tersangka, yang merupakan siswa di dua sekolah menengah terdekat.

Komandan Inspektur Divisi Hung Hom Alan Chung mengatakan, keempat tersangka telah membuat penghalang jalan dan merusak bus dalam perjalanan ke sekolah. Para detektif juga menangkap seorang pria 47 tahun, yang telah mendorong seorang polisi wanita dan berusaha menyerangnya dalam upaya membantu anak sekolah itu melarikan diri.

Bentrokan demonstran dengan polisi di bandara Hongkong. (foto - CNN)

 

Foto yang merekam kejadian itu menuai ratusan komentar kritis di internet. Seorang pengguna internet mempertanyakan, apakah perlu polwan itu sampai duduk di atas punggung gadis itu. Menurutnya, tindakan polwan itu "tidak manusiawi", sedangkan pengguna lain mengatakan polisi menjadi lebih ganas.

Saat sejumlah orang yang lewat mengambil foto polisi, seorang petugas diduga mengatakan, "Jangan mengambil foto. Apa yang mau direkam? Kalian tidak mengambil foto ketika kecoak-kecoak itu membuat barikade". Kecoak merupakan sebutan yang digunakan oleh beberapa petugas terhadap pengunjuk rasa anti-pemerintah.

Polisi menangkap keempat siswa itu karena dicurigai memiliki senjata, perilaku tidak tertib di tempat umum dan kerusakan akibat tindakan kriminal. Pria berusia 47 tahun itu pun ditangkap karena dicurigai melakukan penyerangan dan menghalangi polisi.

Menurut polisi, ketiga anak laki-laki itu berasal dari Sekolah Tang King Po di Tin Kwong Road dan gadis itu dari sekolah perempuan terdekat. Sekolah Tang King Po membenarkan beberapa muridnya telah ditangkap.

Pihak Sekolah Tang King Po mengatakan, orangtua, kepala sekolah dan guru telah pergi ke kantor polisi untuk mencari tahu kasus itu, dan juga akan ada bantuan hukum yang ditawarkan. "Karena insiden itu sedang diselidiki, tidak pantas untuk memberikan komentar lebih lanjut," kata sekolah itu. Kelima tersangka ditahan satu malam untuk diinterogasi dan tidak ada yang dituntut. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,