Disita, 3 Koper Uang di Rumah Ketua DPRD Bangkalan

Disita, 3 Koper Uang di Rumah Ketua DPRD Bangkalan

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlihatkan barang bukti uang dari operasi tangkap tangan kasus suap terkait jual beli gas alam pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, saat jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, Selasa (2/12). ANTARA FOTO

Bangkalan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebanyak Rp 700 juta dari tangan Rauf, ajudan Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron, yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan KPK.

Diduga, uang itu merupakan suap yang rencananya akan diberikan kepada Fuad dari Direktur PT Media Karya Sentosa, Antonio Bambang Djatmiko. Suap itu terkait dengan jual beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Namun, tidak hanya uang KPK juga menyita sejumlah uang di rumah Fuad Amin di daerah Bangkalan, Jawa Timur. Saking banyaknya uang itu diperlukan tiga koper besar untuk menampungnya.

Menurut Bambang, KPK hingga saat ini masih belum selesai menghitung jumlah uang itu, namun diperkirakan mencapai miliaran rupiah. "Sampai sekarang belum selesai dihitung, karena KPK menyita tiga koper besar yang uangnya masih dihitung," tambahnya.
Bambang menyebut, uang itu tersebar di beberapa tempat di lingkungan rumah Fuad."Jadi, proses penghitungan uang yang dilakukan KPK dan disaksikan sendiri oleh pemilik uang. Tiga koper uang disita dari rumah penerima di berbagai tempat di rumah itu. Misalnya di balik lukisan," ungkapnya.

KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait jual beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, Bangkalan. Mereka adalah Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron; ajudan Fuad, Rauf serta Direktur PT Media Karya Sentosa, Antonio Bambang Djatmiko. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,