Hujan Deras, Sejumlah Jalan di Wilayah Bandung Tergenang

Hujan Deras, Sejumlah Jalan di Wilayah Bandung Tergenang

Banjir di Jalan Jakarta setelah flyover Pelangi. (foto - ist)

Bandung  -  Hujan  deras  mengguyur  sebagian   besar  wilayah  Kota  Bandung  menyebabkan   sejumlah  jalan  terendam banjir. Bahkan, Jalan Sukajadi sempat terendam air hingga setinggi 60 centimeter, Jumat (13/12/2019) sore.

Dengan kondisi itu, praktis tak bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun empat. Akibatnya, arus lalu lintas khususnya dari arah Rumah Saki Hasan Sadikin (RSHS) di Jalan Pasteur menuju Jalan Setiabudi mengalami kepadatan.

Sejumlah kendaraan pun lebih memilih menghentikan lajunya karena khawatir mogok bila memaksakan menembus banjir. Hujan pun mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Selang setengah jam air meluap ke permukaan jalan dari saluran drainase.

Akibatnya, banyak kendaraan khususnya roda dua yang mogok karena memaksakan menembus genangan banjir. Bahkan, ada motor yang hanyut terbawa arus air. Trotoar di sepanjang itu pun dipenuhi sepeda motor yang menepikan kendaraannya karena tak bisa melaju.

Para pengendara pun bersabar menunggu genangan air surut untuk melanjutkan perjalanannya. "Motor banyak yang naik ke atas trotoar dan masuk ke halaman pertokoan guna menghindari arus banjir," kata sejumlah pengendara.

Sejumlah petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan dibantu warga tampak sibuk mengatur laju kendaraan guna memperlancar arus lalu lintas dari arah Jalan Pasteur menuju Jalan Sukajadi, dan dari arah Jalan Pasirkaliki menuju Jalan Sukajadi atau sebaliknya.

Selain di Jalan Sukajadi, banjir pun menggenangi antara lain Jalan Ir. H Djuanda (Dago), Jalan Wastukancana, Jalan Terusan Jakarta, Antapani, Jalan Pagarsih, Jalan Astanaanyar dan sejumlah jalan lainnya.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tony Agus Wijaya mengatakan, hujan yang terjadi pada Jumat sore di Jabar terutama wilayah di Bandung Raya, termasuk kategori hujan deras dan membuat sejumlah kawasan sempat tergenang.

"Hujan tersebut lebih dari 20 mm/jam. Karena terdapat kumpulan awan di sekitar Bandung Raya," katanya. Ia mengingatkan, hujan seperti itu dapat terjadi di wilayah Jabar yang telah memasuki musim hujan.

"Saat ini wilayah Jabar sudah memasuki musim hujan, yang secara umum terjadi hingga Mei 2020. Curah hujan tinggi berpotensi terjadi di puncak musim hujan antara Januari sampai Februari 2020," tegas Tony.

Sebelumnya, BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini untuk cuaca di Jabar. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir terjadi pada pukul 16.15 WIB di Bogor, Bandung, Sukabumi, Purwakarta dan Cianjur.

Untuk hari Sabtu 14 Desember lanjut Tony, BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Antara lain di sebagian wilayah Bogor, Depok, Bekasi, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Karawang, Sukabumi, Cianjur dan Bandung pada siang, sore hingga malam hari. (Jr.)**

 

.

Categories:Bandung,
Tags:,