Penusuk Yori Hingga Tewas di Cimahi terancam hukuman Mati

Penusuk Yori Hingga Tewas di Cimahi terancam hukuman Mati

Lokasi penusukan terhadap korban di Kompleks Baros Indah Kota Cimahi. (foto - ist)

Cimahi - Seorang driver ojek online di Cimahi, NS (31) asal Asmat Papua terancam hukuman mati, setelah menusuk-nusuk pacarnya dengan keji. Akibat penusukan itu, pacarnya bernama Yoriance Bani (29) tewas mengenaskan.

Kejadian tragis itu terjadi di belakang Perum Baros Indah Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi tak jauh dari kamar kos keduanya tinggal, Kamis 14 Desember malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Korban yang telah menjalin hubungan asmara dua tahun dengan NS tewas dengan luka 14 tusukan senjata tajam jenis belati di bagian pinggang, dada dan kepala. NS menyerang korban secara membabi buta setelah terbakar api cemburu. Insiden diawali cek-cok antara keduanya, karena NS enggan mengantar korban membeli pakaian dalam.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menyatakan, polisi menangkap NS sesaat setelah setelah menerima laporan dari keluarga korban. Kepada polisi, NS mengaku gelap mata dibakar api cemburu menyangka korban pergi bersama pria lain.

Padahal, korban pergi bersama saudaranya beribadah ke gereja. Siang sebelum kejadian, korban meminta pelaku untuk mengantar membeli celana dalam ke sebuah mall di Kota Bandung. Namun pelaku menolak dan menyarankan korban membeli celana dalam di toko online saja. Korban yang kecewa meninggalkan pelaku dan pergi ke kosannya tak jauh dari kosan pelaku.

"Pelaku datang ke kosan korban tetapi korban tidak ada di kosannya. Karena tidak bertemu, pelaku lalu pergi dan meninggalkan catatan di gagang pintu kosan korban. Isinya menyangka korban pergi dengan pria lain," kata Yoris.

Kapolres Cimahi memperlihatkan pisau yang digunakan tersangka NS untuk menusuk kekasihnya.

 

Setelah meninggalkan kosan korban, pelaku mangkal di sekitar halte depan puskesmas tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Disakunya sudah terselip sebilah belati yang selalu dibawanya untuk jaga diri.

"Tak lama korban turun dari mobil sambil menggendong keponakannya yang bernama Keyla. Begitu melihat hal tersebut, emosi pelaku langsung memuncak. Pelaku langsung menusuk pinggang korban beberapa kali hingga tersungkur," katanya.

Ketika korban terjatuh dan bersimbah darah pelaku tidak menghentikan tusukannya, tetapi malah menusuk lagi ke dada korban secara berulang kali, serta menghantamkan pisau belati tersebut ke arah kepala bagian kanan dan kiri secara berulang kali.

Serangan membabi buta itu terhenti setelah kakak ipar korban yang menyaksikan peristiwa itu berusaha melerai. Namun pelaku malah berupaya menyerang dan kabur meninggalkan sang kekasih yang bersimbah darah. Akibat perbuatannya NS dijerat pasal 338 KUHP junto Pasal 354 junto Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, tentang penganiayaan berujung nyawa melayang atau pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

"Kita terapkan pasal pembunuhan berencana karena tersangka sudah menyiapkan senjata untuk menganiaya korban dengan ancaman maksimal hukuman mati," katanya. (Jr.)**

.

Tags:,