Bentrok Polisi & Demonstran Pecah usai Barcelona vs Madrid

Bentrok Polisi & Demonstran Pecah usai Barcelona vs Madrid

Polisi melakukan penjagaan ketat di sekitar Estadio Camp Nou. (foto - Associated Press)

Barcelona - Akhirnya  terjadi  juga,  kekhawatiran   pemerintah  Spanyol  bakal  adanya  isu  politik  yang  diseret  ke  dalam pertandingan antara Barcelona menjamu Real Madrid di Estadio Camp Nou, Kamis dinihari WIB.

Dilansir Marca, Kamis (19/12/2019) sekelompok demonstran pro-kemerdekaan Catalan melakukan sejumlah aksi, setelah pertandingan bertajuk El Clasico tersebut rampung digelar.

Sedikitnya ada 46 orang mengalami cedera saat terjadi bentrokan polisi dengan pengunjuk rasa di luar Estadio Camp Nou. Aparat keamanan tak segan untuk memukul mundur para demonstran, yang melakukan pembakaran.

Salah seorang juru kamera media televisi pun turut menjadi korban dalam bentrokan tersebut. Korban terkena tembakan peluru karet yang dilepaskan oleh aparat keamanan.

Protes yang dilakukan saat pertandingan bergengsi La Liga berlangsung kali ini, diorganisir oleh kelompok Tsunami Democratic. Mereka memiliki sikap tegas, yakni menuntut Catalan merdeka dari Spanyol.

Tak hanya itu, mereka juga masih menyimpan dendam kepada pemerintah Spanyol. Sebab, beberapa waktu lalu pemerintah Spanyol melakukan pemenjaraan terhadap sejumlah rekan mereka.

Pertandingan yang digelar itu pun merupakan jadwal laga tunda. Kedua tim seharusnya bertemu pada 27 Oktober 2019 lalu. Namun, ketika itu kondisi politik di Catalan sedang bergejolak.

Dengan situasi yang tidak menentu, Dewan Olahraga Spanyol tidak ingin mengambil risiko. Mereka memerintahkan La Liga dan Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), untuk melakukan penundaan pertandingan.

"Melihat situasi yang semakin tidak menentu, kami percaya bahwa memang tidak masuk akal untuk melaksanakan pertandingan tersebut sesuai rencana awal," sebut pihak dewan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,