Demonstrasi UU Kewarganegaraan India Tewaskan 14 orang

Demonstrasi UU Kewarganegaraan India Tewaskan 14 orang

Demonstrasi menentang UUU Amendemen Kewarganegaraan di Uttar Pradesh India. (foto - Associated Press)

Meerut - Jumlah  korban yang  tewas  selama  demonstrasi  menentang  Undang-Undang  Amendemen  Kewarganegaraan di Uttar Pradesh India terus meningkat mencapai 14 jiwa. Salah satunya bocah 8 tahun.
 
Dilansir Hindustan Times, Sabtu (21/12/2019) Kepala Meerut Medical College Dr. Harsh Wardhan mengatakan, tiga petugas keamanan juga terluka namun telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan.
 
Sedangkan Mohammad Sagir, bocah berusia delapan tahun meninggal dunia karena terluka, pada saat polisi membubarkan paksa para pemprotes yang berlarian ke gang sempit tempat Sagir sedang bermain.
 
Hakim tempat tinggal Sagir mengatakan, dia telah berbicara dengan pihak berwenang agar pemerintah memberikan kompensasi kepada keluarga anak tersebut.  Undang-undang yang dikenal sebagai CAB menawarkan kewarganegaraan bagi imigran ilegal non-Muslim dari Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan.
 
Namun, banyak yang melihat, munculnya syarat non-Muslim dalam aturan itu sebagai bentuk diskriminasi dan telah meningkatkan ketegangan di negara mayoritas Hindu itu. "Polisi telah menangkap 150 orang," kata inspektur jenderal polisi Praveen Kumar.
 
Sementara itu para kritikus khawatir undang-undang itu merusak konstitusi sekuler India dan mengatakan, keyakinan seseorang seharusnya tidak menjadi dasar dalam pemberian kewarganegaraan.
 
Namun Perdana Menteri Narendra Modi telah menepis kekhawatiran mereka, dan mengatakan oposisi telah menyebarkan kebohongan. Ia mengatakan, undang-undang itu tidak akan berdampak pada umat Muslim.
 
Demonstrasi memprotes undang-undang telah berlangsung selama beberapa hari, dan menyebar ke sejumlah wilayah di seluruh negeri, termasuk Ibu Kota New Delhi. Menteri Dalam Negeri India telah menyerukan pertemuan darurat untuk membahas demonstrasi yang terjadi.
 
Puluhan ribu orang turun ke jalan di sejumlah kota seluruh negeri sejak Kamis, meski polisi telah memberlakukan aturan ketat berdasarkan undang-undang yang melarang lebih dari empat orang berkumpul di suatu tempat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,