Bosscha Lembang siapkan Live Streaming Gerhana Matahari

Bosscha Lembang siapkan Live Streaming Gerhana Matahari

Bosscha Observatory Lembang Kabupaten Bandung Barat. (foto - ist)

Bandung  -  Gerhana  Matahari  Cincin  (GMC)  bakal  muncul  pada  Kamis  26  Desember  2019.   Untuk  wilayah  Bandung seperti diprediksi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), GMC bakal muncul antara pukul 10.30 hingga 14.30 WIB.

Sejumlah lembaga astronomi di Indonesia pun mengadakan nonton bareng (nobar) peristiwa astronomi tersebut. Salah satunya, yakni di Bosscha Observatory Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Lewat kanal Youtube resminya, Bosscha Observatory Lembang menyiapkan sesi live steaming bagi warga yang ingin menyaksikan gerhana matahari cincin tersebut melalui gadget. Live streaming GMC akan mulai disiarkan Bosccha Observatory, pada Kamis pukul 09.00 WIB.

Dalam kaitan itu, tim dari Bosscha Observatory Lembang pun dilibatkan dalam upaya menjaring wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Seperti di Kepulauan Riau, misalnya.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam Kepulauan Riau akan memanfaatkan moment fenomena gerhana matahari cincin sebagai upaya menggaet kalangan wisatawan di wilayahnya.

Dispar Tanjungpinang juga akan menyajikan Nobar fenomena langka tersebut dalam meningkatkan kunjungan wisman. Hal itu dilakukan dengan menyediakan 300 kacamata khusus untuk para wisman maupun warga Tanjungpinang, yang ingin menyaksikan fenomena GMC di langit kota tersebut.

"Ini kami pinjamkan kepada para pengunjung," kata Kepala Dispar Pariwisata Tanjungpinang Surjadi, Rabu (25/12/2019). Selain kacamata, pihaknya bekerja sama dengan BMKG Tanjungpinang untuk menyediakan teropong bagi masyarakat.

Adapun lokasi pengamatan dilakukan di sejumlah titik di wilayah Tanjungpinang. Hanya saja Dispar Tanjungpinang memfokuskan di dua titik, yakni di dataran Gedung Gonggong dan Pulau Penyengat.

Menurut Surjadi, untuk memandu pengamatan fenomena gerhana matahari cincin tersebut, Dispar Tanjungpinang tak hanya melibatkan tim dari Bosscha Observatory Lembang Bandung.

Namun, para ilmuan dari Jerman, Singapura dan Malaysia yang sebelumnya sudah tiba di Tanjungpinang sejak Senin 23 Desember juga akan turut dilibatkan. "Kami targetkan kehadiran 3.000 hingga 4.000 wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun lokal," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,