2 Tersangka Baru Investasi MeMiles, Polisi Sita Rp 122 Miliar

2 Tersangka Baru Investasi MeMiles, Polisi Sita Rp 122 Miliar

Polisi ungkap penetapan dua tersangka baru investasi MeMiles total sita uang Rp 122 miliar. (foto - ist)

Surabaya  -  Dua  orang  ditetapkan  sebagai  tersangka  baru  dalam  kasus  investasi  ilegal  aplikasi  MeMiles  milik  PT  Kam  and  Kam.  Polisi juga kembali menyita barang bukti tambahan berupa uang senilai Rp 70 miliar. Dengan demikian, total uang yang disita mencapai Rp 122 miliar.
 
Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, selain tersangka KTM (47) dan FS (52), polisi kembali menetapkan dua orang sebagai tersangka baru. Keduanya berinisial ML dan PH. "Sudah kita tetapkan dua orang lagi sebagai tersangka dan kita tahan," katanya, Jumat (10/1/2020).
 
Ia menyatakan, kedua tersangka baru itu memiliki peranan yang berbeda. Tersangka ML berperan sebagai motivator dalam investasi ilegal itu, sedangkan tersangka PH berperan sebagai kepala tim IT (informasi dan teknologi) aplikasi MeMiles. "Total sudah ada empat orang yang kita tahan dalam kasus tersebut," katanya.
 
Selain menetapkan dua orang sebagai tersangka, pihaknya juga kembali menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 72.318.825.672 miliar. Menurut Kapolda, uang itu disita dari upaya blokir salah satu rekening utama milik PT Kam and Kam. "Total yang ada di sini jadi Rp 122.318.825.672 miliar yang dapat kita ambil," tegasnya.
 
Uang sitaan itu tambahnya, akan disimpan ke rekening barang bukti di Bank Mandiri. Untuk menindaklanjuti kasus, pihaknya pun membuka posko pengaduan. Dari posko pengaduan offline sudah ada sekitar 26 orang pengadu dari berbagai daerah. Untuk pengaduan online, sudah ada sekitar 150 orang pengadu.
 
Menyoal sejumlah artis yang diduga terkait dengan kasus itu, mereka sudah ada yang menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam pemeriksaan. "Ada tiga orang yang sudah menyatakan kesiapannya, yakni ED, MT, dan AN. Untuk J, masih ada kegiatan nanti akan dikonfirmasi," ungkapnya.
 
Berdasarkan informasi, keempat artis itu adalah Eka Deli (ED), Marcello Tahitoe (MT) alias Ello, Adjie Notonegoro (AN) dan Judika (J). Sebelumnya, polisi menangkap 2 orang tersangka dalam kasus tersebut. Modusnya, perusahaan ilegal itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan, dengan menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan.
 
Dari modus itu, para tersangka dapat merekrut setidaknya 240 ribu anggota. Untuk memperlancar perekrutan, tiap anggota yang merekrut anggota baru mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan. Dari pengungkapan kasus itu disita barang bukti, berupa uang tunai, 18 unit mobil, 2 sepeda motor dan beberapa barang berharga lainnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,