Gerhana Bulan Penumbra Sabtu 11 Januari 00.05 - 04.14 WIB

Gerhana Bulan Penumbra Sabtu 11 Januari 00.05 - 04.14 WIB

Gerhana Bulan Penumbra sabtu 11 Januari 2020 mulai pukul 00.05 WIB hingga 04.14 WIB. (foto - Shutterstock)

Jakarta - Fenomena Gerhana Bulan Penumbra yang berlangsung Sabtu (11/1/2020) dinihari terjadi dengan durasi empat jam hingga pagi hari. Dimulai pada pukul 01.05 WIB, Sabtu dinihari dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 02.10 WIB. Sedangkan waktu berakhirnya pukul 04.14 WIB.
 
Gerhana bulan penumbra kali ini juga akan berdampak pada pasang-surut laut. Meski begitu perubahan muka air laut saat gerhana diprakirakan tidak signifikan. Mengenai pasang-surut laut tidak dikeluarkan peringatan atau imbauan, karena tidak terjadi secara signifikan.
 
"Gerhana Bulan Penumbra tidak hanya akan membuat bulan tertutup bayangan penumbra bumi, tapi juga bisa menyebabkan banjir rob karena permukaan air laut naik," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) Thomas Djamaluddin.
 
"Pasang maksimum biasa terjadi kurang lebih 2 hari dari saat purnama atau gerhana. Jadi berpotensi terjadi banjir rob di wilayah pantai. Kejadiannya dua kali sehari, pagi dan petang," katanya. Pasang surut air laut disebabkan oleh pengaruh gravitasi matahari dan bulan.
 
Gravitasi bulan bisa menyebabkan pasang laut purnama ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus yang membuat pasang naik yang tinggi dan surut yang rendah. Kejadian itu terjadi saat terjadi bulan baru dan bulan purnama.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, kondisi pasang naik air laut maksimum terjadi di Teluk Jakarta pada periode 9-12 Januari 2020. Ketinggian maksimal yang bisa dicapai pasang naik itu bisa mencapai 0,6 meter, yang berpotensi menghambat laju aliran air sungai masuk ke laut di Teluk Jakarta.
 
Gerhana bulan penumbra dimulai pukul 00.05 WIB dengan puncaknya terjadi pada pukul 02.10 WIB, dan berakhir pukul 04.14 WIB. Selain kemungkinan pasang air laut, BMKG memperingatkan akan adanya potensi hujan deras di beberapa wilayah Jabodetabek pada periode 9-12 Januari 2020.
 
Menanggapi kemungkinan itu, Kepala Lapan memperingatkan agar masyarakat waspada banjir yang terjadi di daratan, karena jika terjadi hujan lebat air akan melambat masuk ke laut akibat pasang.
 
"Dampak yang harus diwaspadai kalau terjadi banjir di daratan, air akan lambat surutnya karena tidak bisa terbuang ke laut dengan lancar. Hal lain yang harus diwaspadai kalau terjadi gelombang tinggi di laut, banjir rob akan melimpas ke daratan yang lebih jauh," kata Thomas Djamaluddin. (Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,