Modus Investasi Ilegal MeMiles Imingi Hadiah Hingga Mobil

Modus Investasi Ilegal MeMiles Imingi Hadiah Hingga Mobil

Polda Jatim ungkap para tersangka dan barang bukti investasi ilegal MeMiles. (foto - ist)

Surabaya - Polda Jatim bongkar praktik investasi ilegal MeMiles dengan total omzet penipuan itu diperkirakan lebih Rp 750 miliar yang melibatkan ratusan ribu anggota. Empat figur publik (artis) terseret dalam kasus itu.
 
"Kami sudah melayangkan surat panggilan terhadap artis inisial ED, MT, AN dan J," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan menduga, ada puluhan figur publik lain yang terlibat dalam investasi ilegal itu.
 
"Ya, bisa artis, bisa publik figur," kata Gidion. Peran mereka beragam, ada yang ikut menerima reward dan endorse, sampai ikut berinvestasi. Polda Jatim menemukan investasi MeMiles belum berizin tapi sudah memiliki 264 ribu nasabah (member).
 
Modus produk investasi itu menjanjikan hadiah fantastis yang tidak masuk akal kepada nasabah. Misalnya, dengan berinvestasi hanya ratusan ribu, nasabah bisa membawa pulang televisi, lemari es, pendingin ruangan (AC) sampai mobil.
 
Dengan iming-iming hadiah itu, tentu peminatnya banyak. Dalam waktu delapan bulan, investasi itu mengantongi omzet Rp 750 miliar. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, perusahaan itu baru berdiri delapan bulan lalu dan tidak mengantongi izin. "Bergerak di jasa pemasangan iklan," katanya.
 
Dalam menjalankan usahanya, PT Kam and Kam memakai sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan. Untuk menjaring anggota, perusahaan memakai aplikasi MeMiles. Setiap anggota yang berhasil menarik anggota lainnya akan mendapatkan bonus atau komisi.
 
Jika ingin memasang iklan, anggota harus menambah uangnya atau top-up dengan dana yang dimasukkan ke rekening PT Kam and Kam. "Lalu anggota memperoleh bonus bernilai fantastias," katanya.
 
Dari hasil penelusuran polisi, dana yang masuk ke rekening tersebut antara Rp 50 juta sampai Rp 200 juta. Pengusutan kasus itu juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Nantinya juga ada posko pengaduan khusus bagi para nasabah. 
 
Kepala Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menilai, iming-iming hadiah membuat masyarakat tergiur menjadi anggota. "Mereka menjanjikan hadiah emas, berlian, motor sampai mobil," katanya. Orang pertama yang melakukannya adalah Charles Ponzi pada 1920.
 
Ia menciptakan produk investasi palsu. Keuntungan yang diperoleh investor sebenarnya dari uang mereka sendiri, atau dari investor satu ke lainnya. Produk investasi ilegal itu biasanya dapat berjalan kalau nasabahnya diiming-imingi keuntungan tinggi dalam jangka waktu singkat.
 
Para nasabah juga dijanjikan komisi jika bisa menggaet nasabah baru. Ibarat piramida, skema tersebut akan runtuh ketika jumlah anggota baru melamban dan banyak yang menarik uangnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,