Member Investasi Ilegal MeMiles Minta perlindungan DPR RI

Member Investasi Ilegal MeMiles Minta perlindungan DPR RI

DPR menerima pengaduan dari member investasi ilegal MeMiles di ruang pansus B Kompleks Parlemen Jaksel. (foto - ist)

Jakarta  -  Sejumlah  anggota  investasi  MeMiles  akhirnya  mengadu  ke  DPR.  Para  member  tersebut  merasa  ketakutan dijadikan tersangka, dalam kasus investasi ilegal yang menembus nilai lebih dari Rp 750 miliar.
 
Pertemuan antara member investasi MeMiles dan DPR dilakukan di ruang pansus B Kompleks Parlemen Jakarta Selatan. Pertemuan dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Ahmad Dasco dan Ketua Komisi XI Dito Ganinduto.

Menurut Dasco, para member MeMiles tersebut meminta perlindungan kepada DPR agar dana yang mereka masukkan tidak hilang. Para member itu pun meminta perlindungan hukum.
 
"Kami menerima perwakilan dari member MeMiles yang terjadi dalam kasus di Surabaya. Prinsipnya mereka mengharapkan perlindungan dari DPR agar dana yang mereka sudah dimasukkan sebagai pembelian surat iklan, karena mereka mengharapkan reward-nya itu tidak hilang," kata Dasco, Senin (13/1/2020).

"Para member itu juga meminta perlindungan hukum, karena menurut informasi yang mereka dapat mudah-mudahan tidak betul. Polda Jatim akan mengembangkan perkaranya sampai ke member. Padahal, member itu merupakan pembeli dari surat iklan," katanya.
 
Dasco mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan meminta keterangan dari beberapa pihak terkait. Antara lain OJK, pihak kepolisian dan pembuat aplikasi. "Nanti Komisi XI akan menindaklanjuti untuk kemudian meminta masukan kepada semua pihak, baik perusahaan, OJK, kepolisian. Bahkan, kalau perlu kepada pembuat aplikasi," tegas Dasco.

Seperti diketahui, Polda Jatim menangkap pucuk pimpinan pembuat aplikasi MeMiles, Kamal Tarachand Mirchandani atau yang biasa dipanggil Sanjay. Menurut Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, MeMiles tak memiliki izin operasi dari perbankan.
 
Untuk itu, investasi tersebut tidak memiliki jaminan dan membahayakan bagi masyarakat. Terlebih, iming-iming bonus yang ditawarkan cukup fantastis, sehingga masyarakat antusias untuk memasukinya.

"Sejauh ini, mereka memiliki 264 ribu member dari selama 8 bulan dengan nilai omzet lebih Rp 750 miliar. Kami sudah melakukan penahanan dan menetapkan dua tersangka beinisial KP dan FS. Ini salah satu direktur utama dan salah satu orang kepercayaannya, serta sudah mengamankan atau memblokir rekening atas nama PT Kam and Kam," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,