Meresahkan, Pemkab Purworejo Segel Keraton Agung Sejagat

Meresahkan, Pemkab Purworejo Segel Keraton Agung Sejagat

Pemkab Purworejo segera segel Keraton Agung Sejagat. (foto - ist)

\Purworejo - Pemerintah Kabupaten Purworejo Jateng akan segera menyegel Keraton Agung Sejagat (KAS) yang membuat geger akhir-akhir ini. Perkumpulan yang berlokasi di Desa Pogung Jurutengah Bayan itu dinilai meresahkan masyarakat.
 
Sejak kemunculannya pada Jumat 10 Januari 2020, Kerajaan Agung Sejagat sempat membuat geger dunia maya. Kerajaan tersebut mengklaim pemilik tahta waris Kerajaan Majapahit.
 
"Rabu ini Pemkab Purworejo akan memasang police line di bangunan milik KAS, dan kami hentikan semua kegiatan yang ada di sana pada Rabu ini. Ini berdasarkan perintah Bupati Purworejo," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Purworejo Rita Purnomo,  Selasa (14/1/2020).
 
Rita menyatakan, langkah Pemkab Purworejo terkait izin kegiatan sebuah organisasi, dan bangunan milik KAS juga tidak berizin. "KAS itu sebuah ormas, maka harus ada syarat dan aturannya sebagai ormas, namun KAS tidak mempunyai hal itu," katanya.
 
Berdasarkan keterangan saksi yang sudah diperiksa lanjutnya, KAS mempunyai anggota lebih dari 400 orang. Anggotanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ada yang berasal dari luar Pulau Jawa.
 
Selain itu, KAS meminta sejumlah uang kepada anggota yang akan bergabung dengan membayar kisaran Rp 2-3 juta. "Ini jelas sudah meresahkan masyarakat," tegas Rita.
 
Asisten III Setda Bidang Administrasi dan Kesra Setda Purworejo Pram Prasetyo Achmad menjelaskan, penyimpangan yang dilakukan Raja KAS, yakni Totok Susanto (Sinuwun Totok Susangko) bersama istrinya Dyah Garjati sebagai ratunya, terletak pada aspek sejarah.
 
"Ini terjadi pembodohan publik terkait sejarah dan kebudayaan, indikasinya mengganggu kestabilan negara dan bangsa. Jika budaya maka aspeknya harus dipenuhi. Misal lembaga keormasan maka hal terkait dengan itu juga harus dipenuhi," katanya.
 
Menyoal apakah ada indikasi penipuan yang dilakukan KAS, Pram belum dapat memastikan. Sebab, setelah acara Wilujengan dan Kirab Budaya KAS pada Jumat 10 Januari hingga Minggu 12 Januari 2020, keduanya berada di Yogyakarta dan belum kembali.
 
"Pemkab Purworejo akan segera menelusuri lebih dalam, dan apabila ada korban yang merasa tertipu dan diperdaya silakan segera melapor ke pihak berwajib," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,