Keluarga Cendana Tak Member MeMiles tapi Terima Reward

Keluarga Cendana Tak Member MeMiles tapi Terima Reward

Giliran Pinkan Mambo jalani pemeriksaan terkait investasi ilegal MeMiles. (foto - ant)

Surabaya - Salah  seorang  anggota  keluarga  Cendana  berinisial  AHS yang  diduga terlibat dalam kasus dugaan investasi ilegal aplikasi MeMiles memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim, Rabu (22/1/2020).
 
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan, AHS tidak terdaftar sebagai member di investasi ilegal MeMiles, tetapi ada aliran dana dan mendapatkan reward. "AHS bukan sebagai member dan tidak top up, tapi ada aliran dana masuk. Kalau istrinya memang top up member," katanya di depan Gedung Tribrata Mapolda Jatim.
 
Pihak kepolisian telah menyita dua kendaraan mewah AHS yang merupakan reward dari MeMiles. Akan ada tambahan barang bukti dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik  "Bersamaan AHS sudah meluncur dua kendaraan mewah," katanya.
 
Dari hasil pemeriksaan masih ada penambahan, karena dipanggil ada aliran dana masuk ada reward yang diterima," katanya. Sedangkan untuk istri AHS, FFC berhalangan hadir karena sakit dan akan diperiksa pada minggu depan.
 
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) telah menyita aset terkait kasus MeMiles sebanyak Rp 128 miliar dari omzet keseluruhan Rp 761 miliar. Terbaru, Polda Jatim sita aset Rp 4,1 miliar dari investasi ilegal MeMiles.
 
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menyita Rp 4,1 miliar yang didapat dari tiga rekening berbeda milik dua tersangka, yakni Direktur PT Kam and Kam berinisial KT dan motivator berinisial ML terkait MeMiles.
 
"Telah diselamatkan kembali Rp 4,1 miliar yang sumbernya dari tiga rekening. Tiga rekening itu terkait dengan dua tersangka," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. Diduga, uang Rp 4,1 miliar akan diselewengkan oleh Direktur PT Kam and Kam. Sebab dalam temuan uang itu tidak disimpan di rekening perusahaan, tetapi rekening pribadi.
 
"Ini sudah ada pengalihan rekening inti perusahaan PT Kam and Kam. Ini sudah keluar dari jalurnya, sehingga kami melakukan penyelamatan terkait aset tersebut terkait dua tersangka yang sudah ditetapkan oleh penyidik," tegasnya.
 
Total aset yang disita Polda Jatim menjadi Rp 128 miliar dari Rp 761 miliar omzet keseluruhan. Hal itu setelah penyitaan aset sebesar Rp 4,1 miliar dari MeMiles. "Aset awal yang disita Rp 122 miliar, bertambah Rp 2 miliar. Saat ini Rp 4,1 miliar dari tiga rekening menjadi Rp 128 miliar lebih yang diselamatkan dalam bentuk uang tunai," katanya.
 
Trunoyudo menambahkan, ke depan polisi akan terus menelusuri rekening yang sudah disita, karena total ada tujuh rekening. Saat ini, baru tiga yang ditelusuri dan terbukti ada penyelewengan uang investasi. "Dari tujuh rekening yang sebelumnya sudah diblokir, tiga rekening yang sudah dilakukan penyelamatan aset. Jadi masih ada empat lagi," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,