Harga Minyak di Asia Berbalik Naik

Harga Minyak di Asia Berbalik Naik

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Singapura - Harga minyak berbalik naik di perdagangan Asia pada Rabu (3/12/2014), karena para pedagang mengonsolidasikan posisi setelah aksi jual baru-baru ini menjelang laporan persediaan minyak mentah AS terbaru, kata para analis.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik 52 sen menjadi 67,40 dolar AS, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik 35 sen menjadi 70,89 dolar AS di perdagangan sore.

WTI jatuh 2,12 dolar AS di New York pada Selasa, sementara Brent turun 2,00 dolar AS setelah Irak mengumumkan rencana untuk meningkatkan ekspor minyak mentah negara itu menyusul kesepakatan dengan wilayah otonomi Kurdi.

Penurunan memperparah pukulan pada harga minyak akhir pekan lalu setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mempertahankan pagu produksinya tidak berubah, meskipun pasokan yang berlimpah telah mendorong harga melemah tajam.

"Kami melihat beberapa konsolidasi di pasar saat ini," Daniel Ang, analis investasi di Phillip Futures di Singapura, mengatakan kepada AFP.

"Kami cenderung melihat pasang surut tersebut untuk sisa tahun ini karena pasar minyak mentah menemukan harga yang baik untuk stabilisasi setelah kerugian baru-baru ini," katanya menambahkan.

Ang mengatakan para dealer juga sedang menunggu laporan mingguan minyak AS untuk pekan yang berakhir 28 November yang akan dirilis Rabu waktu setempat. Laporan ini akan memberikan indikasi permintaan di negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Para analis memproyeksikan laporan akan menunjukkan peningkatan 600.000 barel dalam stok minyak mentah, kata Wall Street Journal.

Amerika Serikat memiliki 383 juta barel minyak mentah yang tersimpan saat ini, menurut data resmi.

Investor juga mencerna kenaikan indeks pembelian manajer resmi sektor jasa Tiongkok menjadi 53,9 pada November dari 53,8 pada Oktober. Peringkat A di atas 50 menunjukkan pertumbuhan.

Data positif Tiongkok pada Rabu menyusul banyaknya angka ekonomi lemah yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:bbm,ekonomi,