Ratusan Staf RS Hongkong Mogok Tuntut Batas Cina Ditutup

Ratusan Staf RS Hongkong Mogok Tuntut Batas Cina Ditutup

Ratusan staf rumah sakit di Hongkong mogok kerja tuntut perbatasan Cina ditutup. (foto - AFP)

Hongkong  -  Ratusan  pekerja  rumah  sakit  di  Hongkong  mogok  kerja,  Senin  3  Februari  yang  merupakan  rangkaian dari aksi menuntut penutupan perbatasan dengan daratan Cina. Penutupan perbatasan disuarakan untuk mengurangi risiko penyebaran virus Corona (2019-nCoV), yang mewabah di Wuhan Provinsi Hubei Cina.

Hongkong yang merupakan wilayah otonomi khusus Cina, telah menangguhkan layanan kereta api lintas batas dan kapal feri dari dan ke daratan Cina. Namun, para staf medis menginginkan penutupan perbatasan secara total.

Dilansir BBC, Selasa (4/2/2020) pihak berwenang mengatakan, penutupan perbatasan sepenuhnya akan bertentangan dengan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ada 15 kasus virus Corona baru yang dikonfirmasi di Hongkong.

"Jika tidak ada penutupan perbatasan penuh, maka tenaga kerja tidak akan cukup, dan peralatan pelindung atau ruang isolasi untuk memerangi wabah itu," kata Winnie Yu, Ketua Aliansi Karyawan Pegawai Otoritas Rumah Sakit, Winnie Yu.

Ratusan pekerja medis yang mogok yakni yang sifatnya "non-essential". Menurut serikat pekerja setempat, pekerja di garis depan termasuk dokter dan perawat, akan mengikuti aksi mereka pada Selasa besok jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Diketahui, Hongkong yang memiliki populasi 7 juta jiwa merupakan bagian dari Cina, tetapi mempertahankan status otonomi khusus. Perbatasan selama ini difungsikan seperti pos pemeriksaan internasional.

Selain menangguhkan layanan transportasi lintas batas, Cina juga telah berhenti mengeluarkan visa untuk pelancong individu ke Hongkong. Ada lebih 17.000 kasus virus Corona baru di Cina dan 361 kematian. Di luar Cina, ada lebih 150 kasus virus yang dikonfirmasi, dengan satu kematian di Filipina. Korban yang meninggal pun merupakan warga Wuhan Cina. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,