Owner The Great Asia Africa Bereaksi Soal Tudingan DBMPR

Owner The Great Asia Africa Bereaksi Soal Tudingan DBMPR

Perry Tristianto, pemilik objek wisata The Great Asia Africa. (foto - ist)

Bandung - Pemilik  "The  Great  Asia  Africa"  Perry  Tristianto  mengaku  kaget atas  pemberitaan yang menyatakan, Dinas Bina Marga Penataan Ruang (BMPR) Jabar meminta ada penutupan sementara tempat wisata yang dikelolanya di kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat.
 
Menurut Perry, Dinas BMPR seharusnya memberi peringatan lebih dulu jika memang diindikasikan ada sejumlah hal yang kurang sesuai aturan. "Saya kaget, coba apa yang salah? Kalau ada yang salah harusnya ada teguran dulu," kata Perry di Bandung, Minggu (9/2/2020).
 
Sejauh ini, pihaknya telah mengantongi rekomendasi gubernur untuk pembangunan objek wisata tersebut. Lalu IMB dari Kabupaten Bandung Barat juga sedang berproses karena butuh beberapa kajian.
 
Oleh karena itu, ia berharap seharusnya Dinas BMPR Jabar melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum mengeluarkan pernyataan penutupan itu ke media massa. "Izinnya kan dari rekomendasi gubernur. Lalu izin lainnya kan perlu kajian. Semuanya sudah kita ajukan," katanya.
 
Perry menjelaskan, selama ini pihaknya juga selalu kooperatif menghadiri undangan pertemuan dengan berbagai instansi pemerintah, guna membahas sejumlah perkembangan dan dampak dari kawasan wisata yang terus menyedot animo masyarakat.
 
Misalnya, mengenai timbulnya masalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Bandung - Lembang atau di sekitar kawasan wisata tersebut. Diakui, hampir setiap hari dirinya bertemu dengan pihak Dishub Jabar dan kepolisian, untuk membicarakan solusi kemacetan lalu lintas.
 
Dari pertemuan itu, ia mengaku diminta untuk membuat jembatan penyeberangan orang (JPO) dari Farmhouse ke The Great Asia Africa. "Izin lalu lintasnya sudah kita bahas bersama tim Dishub dan Polda. Saya diharuskan membuat JPO. Kita lagi gambar desainnya," tegas Perry.
 
Selain itu, terkait penyediaan lahan parkir pihak The Great Asia Africa sudah menyediakan lahan parkir berkapasitas 400 mobil. Di Farmhouse yang ada di seberangnya pun disediakan lahan parkir kapasitas 240 mobil.
 
Menyoal bangunan di kawasan wisata tersebut yang menurut DBMPR Jabar didirikan di sempadan sungai dan tanah dengan kemiringan di atas 30 derajat, pihaknya mengajak dinas memantau langsung ke lokasi untuk menelitinya.
 
"Kita bisa bicara, yang 30 derajat sebelah mana, kemudian apanya yang 30 derajat. Kan bisa dicek dan harus dilihat di lokasi. Lalu, bangunan yang mana, sungai yang mana, semuanya bisa dibicarakan kan," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,