Warga Thailand Doa Bersama untuk 29 Korban Penembakan

Warga Thailand Doa Bersama untuk 29 Korban Penembakan

Doa untuk korban penembakan massal di Terminal 21 Korat. Kota Nakhon Ratchasima Thailand. (foto - Reuters)

Bangkok - Ratusan  bahkan  ribuan  warga  berkumpul  di  pusat  Kota Nakhon  Ratchasima untuk  mengheningkan  cipta bersama, bagi para korban penembakan massal di mal Terminal 21 Korat. Mereka menyalakan lilin, meletakkan bunga dan berdoa dipimpin seorang biksu Budha.
 
Dilansir Reuters, Senin (10/2/2020) insiden penembakan itu sendiri terjadi pada Sabtu 8 Februari sore waktu setempat. Pelaku teridentifikasi sebagai seorang anggota militer, bernama Jakrapanth Thomma (32).
 
Penembakan massal tersebut telah menewaskan 29 orang, dan melukai 57 orang lainnya. Di antara korban yang meninggal dunia yakni seorang ibu yang sedang berada di balik kemudi mobilnya, lalu anggota pasukan keamanan serta seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.
 
"Saya tidak ingin kehilangan dia dengan cara seperti ini. Ini terlalu mendadak. Kami sudah menyusun rencana saat dia tumbuh dewasa nanti. Saya ingin merawat dia, tapi saya sudah tidak punya kesempatan itu lagi," sebut ayah dari anak lelaki berusia 13 tahun itu, Nuttawut Kanchanamethi.
 
Warga berdoa sambil menunjukkan jari-jari mereka ke langit sebagai simbol, doa-doa mereka akan menuntun jiwa orang yang mati ke surga. Sementara sejumlah tulisan mengandung pesan belasungkawa di atas kertas putih diletakkan di tanah.
 
 
Pihak keluarga korban penembakan massal turut ambil bagian dalam doa bersama. (foto - Associated Press)
 
Insiden penembakan itu sendiri membuat penduduk setempat menjadi ketakutan. Salah satu penduduk Chirathip Kurapakorn mengatakan, ia tidak bisa tidur semalaman dan terus memantau berita di televisi.
 
"Saya punya dua anak, saya tidak bisa tidur sama sekali tadi malam," kata Chirathip. Penembakan di Terminal 21 Korat juga menuai kesedihan di media sosial. Sebab, ini adalah penembakan massal terburuk yang pernah terjadi di Thailand.
 
Kekerasan dengan menggunakan senjata tidak pernah terjadi di Thailand. Banyak orang Thailand memiliki senjata karena dapat diperoleh secara legal. Namun penembakan massal di negara itu memang sangat jarang terjadi.
 
Insiden di Korat terjadi sekitar satu bulan setelah penembakan mal di Kota Lopburi Thailand tengah. Saat itu, seorang pria bersenjata mengenakan topeng melakukan penembakan yang menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, serta melukai 4 orang lainnya. Pelaku melepaskan tembakan saat dia sedang merampok toko perhiasan. Dia ditangkap dua pekan setelah insiden penembakan itu. (Jr.)**
 
 
Ribuan warga Thailand gelar doa bersama di pusat Kota Nakhon Ratchasima. (foto - Bangkok Post)
 
.

Categories:Internasional,
Tags:,