Eks Sekretaris MA Nurhadi dan 2 Tersangka Jadi Buronan KPK

Eks Sekretaris MA Nurhadi dan 2 Tersangka Jadi Buronan KPK

KPK terbitkan surat DPO terhadap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. (foto - ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) dan surat perintah penangkapan, terhadap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.
 
Selain itu, terhadap dua tersangka lainnya dalam kasus suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011-2016, yakni Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto.
 
"KPK terbitkan DPO dan surat perintah penangkapan untuk Nurhadi dan kawan-kawan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di kantornya Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).
 
Menurutnya, dalam proses penerbitan DPO tim KPK telah mengirimkan surat kepada Kapolri, pada Selasa 11 Februari 2020. Isinya untuk meminta bantuan pencarian dan penangkapan terhadap para tersangka itu.
 
Penerbitan surat DPO dilakukan setelah sebelumnya KPK telah memanggil para tersangka secara patut. Namun, ketiganya tidak pernah hadir memenuhi panggilan tersebut. "Sesuai ketentuan Pasal 112 ayat (2) KUHAP terkait dengan hal tersebut, selain mencari KPK juga menerbitkan surat perintah penangkapan," tegas Ali.
 
Ali menambahkan, KPK akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang tidak kooperatif. Bahkan, KPK juga mengingatkan ancaman Pasal 21 Pemberantasan Korupsi tentang menghalang-halangi proses hukum dengan ancaman pidana minimal penjara 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan, atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.
 
"Kami ingatkan kembali agar para saksi yang dipanggil KPK bersikap kooperatif, dan pada semua pihak agar tidak coba-coba menghambat kerja penegak hukum," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,