Asteroid Pembunuh Melintasi dan Mendekati Bumi Sabtu Ini

Asteroid Pembunuh Melintasi dan Mendekati Bumi Sabtu Ini

Asteroid pembunuh melintasi dan mendekati Bumi Sabtu 15 Februari 2020. (foto - Popular Science)

Washington  -  Ancaman  baru  datang  mengintai  penghuni  bumi  di  tengah  maraknya  penyebaran  virus  Corona atau yang disebut COVID-19. Asteroid berdiameter hampir 1 kilometer dikabarkan melintasi dan mendekat Bumi, yang berpotensi menjadi mesin pembunuh massal.

Diketahui, asteroid itu terbilang besar dan sangat mampu menghadirkan bencana dunia. Yang lebih menakutkan, rencananya Asteroid yang dijuluki "163373 (2002 PZ39)" iru akan mendekati dan melintasi bumi, pada Sabtu (15/2/2020).

Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan NASA, saat melintas asteroid pembunuh itu hanya berjarak 0,038 astronomical unit (au) dari bumi. Meski secara teori dan hitungan NASA asteroid "163373 (2002 PZ39)" itu tak akan menabrak bumi, potensi asteroid tersebut keluar dari orbitnya dan menghantam bumi tetap terbuka.

Awal tahun ini tepatnya pada Januari 2020, NASA memang menyebutkan puluhan asteroid akan dan terus bergerak mendekat ke bumi. Namun NASA menegaskan, ancaman paling nyata datang pada Februari ini lewat asteroid "163373 (2002 PZ39)".

Selain ukurannya besar, NASA menganggap ancaman mengerikan asteroid itu juga muncul dari pergerakannya yang sangat cepat. Dalam catatan NASA, asteroid pembunuh itu melaju hampir 34 ribu mile per jam. Dengan kata lain, jika menghantam bumi dapat menyebabkan malapetaka yang mengerikan.

Apabila memang benar terjadi, akan mengancam jutaan jiwa manusia. Bahkan, energi yang dikeluarkan asteroid itu saat melintasi bumi tetap berpotensi menghancurkan sebuah kota besar. Belum juga dengan potensi tsunami yang bisa ditimbulkan.

Kabar itu tentunya membuat beberapa orang langsung terbayang kembali film Armagedon yang begitu legendaris. Namun, sayangnya NASA sendiri tak punya cara untuk menghancurkan asteroid itu, termasuk mengirimkan pahlawan layaknya dalam film Armagedon. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,