Terbongkar Klinik Aborsi Ilegal di Jalan Paseban Raya Jakpus

Terbongkar Klinik Aborsi Ilegal di Jalan Paseban Raya Jakpus

Tiga tersangka kasus aborsi di klinik ilegal di Jalan Paseban Raya ditangkap. (foto - ist)

Jakarta - Tiga orang sebagai tersangka kasus aborsi ilegal berhasil diringkus Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Ketiganya ditangkap setelah terbongkarnya klinik aborsi ilegal yang berada di Jalan Paseban Raya Jakarta Pusat.
 
"Pertama laki-laki berinisial MM dan dua lagi perempuan berinisial RM dan SI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Dalam melakukan praktik aborsi, ketiganya memiliki peran yang berbeda. Tersangka RM berperan sebagai bidan dan S sebagai petugas administrasi, sedangkan MM yang bertugas sebagai dokter.

"Tersangka MM dokter asli, dia lulusan di salah satu universitas di Sumatera Utara. Namun tidak punya spesialis apalagi spesialis kandungan. Ia pernah bekerja sebagai PNS di Riau, karena jarang masuk lalu dipecat," katanya.

Diketahui, klinik aborsi ilegal itu sudah beroperasi sejak 2018, yang sudah ada 1.632 wanita yang mendaftar untuk melakukan aborsi. Mereka yang datang kebanyakan karena beralasan hamil di luar nikah, gagal program keluarga berencana (KB) dan tidak boleh hamil di tempat kerja.

"Tercatat, sudah 903 orang melakukan aborsi di klinik ilegal tersebut. Keuntungan yang didapat sekitar Rp 5 miliar," tegas Yusri. Polisi terus melakukan pendalaman atas praktik itu, karena diduga ada dokter lain yang pernah melakukan kegiatan yang sama. "Polisi terus menyelidiki kasus tersebut, karena keterangan tersangka ada dokter lain yang pernah melakukan aborsi di sini".

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukumannya di atas 10 tahun penjara. (Jr.)**

.

Tags:,