Mencair, Pertama Kali Suhu di Antartika Lampaui 20 Derajat

Mencair, Pertama Kali Suhu di Antartika Lampaui 20 Derajat

Suhu udara di Antartika menghangat es pun mencair. (foto - Reuters)

Arktik - Untuk  pertama  kalinya  dalam  sejarah  suhu di  Antartika  telah  melampaui  20  derajat  Celsius. Menurut  para peneliti, suhu setinggi 20,75 Celsius tersebut telah tercatat di sebuah pulau di lepas pantai Antartika.
 
Dilansir BBC, Jumat (14/2/2020) berdasarkan penuturan ilmuwan Brasil Carlos Schaefer, mereka belum pernah melihat suhu setinggi itu di Antartika. Meski begitu, ia memperingatkan suhu yang dicatat pada 9 Februari 2020 itu hanyalah satu bacaan dan bukan bagian dari set data jangka panjang.
 
Pekan lalu benua itu juga mencatat rekor suhu tertinggi setelah suhu 18,3 Celsius terpantau di Semenanjung Antartika. Hal itu diambil dari stasiun pemantauan di Pulau Seymour, yang merupakan bagian dari rangkaian pulau di semenanjung di titik paling utara Antartika.
 
Meski suhu itu adalah rekor tertinggi Schaefer menekankan, catatan itu bukan bagian dari studi yang lebih luas, dan menurutnya tidak dapat digunakan untuk memprediksi tren. "Kami tidak bisa menggunakan ini untuk mengantisipasi perubahan iklim di masa depan. Ini titik data," katanya.
 
"Itu hanya sinyal bahwa sesuatu yang berbeda sedang terjadi di daerah itu". Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB, suhu di Benua Antartika telah meningkat hampir 3 Celsius selama 50 tahun terakhir.
 
Sementara itu selama 12 tahun terakhir, gletser di benua itu pun telah semakin berkurang yang diyakini terjadi akibat pemanasan global. Rekor suhu sebelumnya untuk seluruh wilayah Antartika, yang meliputi benua, pulau dan lautan yang berada di zona iklim Antartika, yakni 19,8 Celsius pada Januari 1982.
 
 
Pada Juli 2019, wilayah Arktik juga mencapai rekor suhu terhangat mencapai 21 Celsius, yang dicatat oleh pangkalan di ujung utara Pulau Ellesmere, Arktik Kanada.
 
lmuwan dari pemerintah Brasil yang memonitor Antartika mengatakan, fenomena itu disebabkan oleh perubahan arus laut dan El Nino. Jika suhu di kawasan itu terus menghangat akan mengakibatkan menghilangnya es di kutub selatan.
 
Diketahui, Antartika menyimpan 70 persen cadangan air dunia dalam bentuk salju dan air. Jika semua cadangan itu meleleh, maka tinggi permukaan laut akan bertambah hingga 50 - 60 meter. Namun untuk mencapai level itu dibutuhkan waktu hingga beberapa generasi.
 
Ilmuwan PBB juga memprediksi, permukaan laut bisa bertambah tinggi antara 30 - 110 cm di akhir abad 21, tergantung pada upaya manusia untuk mengurangi emisi dan sensitivitas lembaran es. "Kita mengalami perubahan iklim di atmosfer, terkait perubahan di permafrost dan lautan," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,