Mantan Presiden PKS Divonis 18 Tahun

Mantan Presiden PKS Divonis 18 Tahun

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) akhirnya menjatuhkan vonis 18 tahun penjara kepada mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus impor daging sapi. Sebagai wakil rakyat di DPR, dia menerima fee dari pengusaha. Luthfi juga dicabut hak politiknya. Putusan yang diambil MA tersebut lebih berat dari vonis di Pengadilan Tipikor dan Pengadilan Tinggi. Luthfi sebelumnya divonis 16 tahun penjara dan hak politiknya tak dicabut. Informasi yang diperoleh dari MA, Selasa (16/09/2014), putusan itu diambil pada Senin (15/09/2014) dengan susunan majelis kasasi Artidjo Alkostar, M. Askin, dan M.S. Lumme. KPK mengapresiasi vonis 18 tahun yang dijatuhkan MA kepada mantan Presiden PKS. Putusan itu di tingkat kasasi itu dinilai cukup progresif untuk melindungi hajat hidup para peternak sapi.

“KPK mensyukur putusan MA yang progresif dan protektif terhadap peternak sebagai segmen kaum lemah yang ditindas. Vonis MA ini menandai semakin menguatnya spirit kerakyatan sebagai subyek hukum berdaulat yang terus menerus dilemahkan oleh penguasa yang anti kerakyatan dan pro kekuatan modal pemburu rente semata," ujar Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. Sementara itu, PKS menghormati putusan yang telah dikeluarkan MA tersebut. "Keputusan MA bagian dari proses penegakkan hukum. Harus dihormati," kata Kepala Humas PKS Mardani Alisera. Menurut Mardani, pastinya langkah hukum selanjutnya akan dilakukan Luthfi. "Bagi Ustadz Luthfi ada hak PK," tambahnya. PKS berharap Luthfi bisa bersabar dalam menjalani proses hukum ini. "Kami doakan yang terbaik untuk beliau," ungkapnya. (AY)

.

Categories:Politik,
Tags:,