1.900 Jamaah Batal Berangkat terkait Penghentian Visa Umrah

1.900 Jamaah Batal Berangkat terkait Penghentian Visa Umrah

Jamaah yang sudah mendarat di Tanah Suci siap jalankan ibadah umrah. (foto - ant)

Tasikmalaya - Polres Tasikmalaya Kota mengungkap kasus kematian DS (13), siswi kelas VII SMPN 6 Tasikmalaya yang mayatnya ditemukan di gorong-gorong depan sekolah, pada Januari lalu.
 
Setelah satu bulan melakukan penyelidikan, pihak kepolisian menetapkan BR (45) sebagai tersangka. Diketahui, BR tersebut tak lain adalah ayah kandung gadis malang itu.
 
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro menyatakan, motif pelaku membunuh korban karena kesal dimintai uang untuk biaya studi tour. Saat itu korban meminta uang Rp 400 ribu kepada pelaku, namun pelaku hanya mampu memberikan Rp 300 ribu.
 
"Namun demikian, korban tidak terima dan tetap minta, hingga akhirnya pelaku kesal dan langsung mencekik korban hingga tewas," kata Dadang, Kamis (27/2/2020).
 
Menurutnya, peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kosong. Setelah korban tewas, pelaku membawa korban menggunakan sepeda motor. Untuk menyembunyikan jejak, korban dimasukkan ke dalam gorong-gorong di depan sekolahnya.
 
Kasus kematian DS tersebut berhasil diungkap lantaran polisi menemukan kejanggalan. Saat ditemukan di gorong-gorong, kondisi korban masih utuh. Diameter gorong-gorong panjangnya hanya 40 cm membuat polisi curiga, korban meninggal bukan karena hanyut.
 
Dari hasil olah TKP polisi menilai, kasus itu janggal karena berdasarkan hasil otopsi, korban meninggal diduga karena dibunuh. Akhirnya, setelah melakukan penyelidikan selama hampir satu bulan, polisi menetapkan ayah kandung korban sebagai tersangka.
 
Atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 80 ayat 3 dan 4 junto pasal 76 c Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014, dengan ancaman 20 tahun penjara. (Jr.)**

 

.

Categories:Internasional,
Tags:,