Erupsi Gunung Semeru semburkan Awan Panas sejauh 3 km

Erupsi Gunung Semeru semburkan Awan Panas sejauh 3 km

Letusan Gunung Semeru di Kabupaten Malang. (foto - pixabay)

Malang  -  Erupsi  Gunung  Semeru  semburkan  guguran  awan  panas  hingga  sejauh  tiga  kilometer.  Sejauh  ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masuk dalam level II (Waspada).
 
Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo menyatakan, informasi tersebut dilaporkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Jawa Timur Subagyo, pada Selasa (3/3/2020) pukul 17.33 WIB.
 
"Guguran awan panas teramati dengan amplitudo maksimal 23 milimeter, dengan lama gempa hingga 540 detik. Luncuran awan panas tersebut mengarah ke Besuk Kembar dan Besuk Bang dari pusat guguran, dengan jarak kurang lebih 750 meter dari kawah utama," kata Agus.
 
Menurutnya, dari laporan BPBD Kabupaten Malang, fenomena alam tersebut sudah seringkali terjadi dan kondisi saat ini masih aman dan terkendali.
Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BPBD tetap mengimbau masyarakat, agar tidak beraktivitas pada radius satu kilometer dan wilayah sekitar empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara yang menjadi jalur luncuran awan panas dari kawah utama.
 
"Selain itu, masyarakat juga diharapkan agar selalu waspada terhadap potensi luncuran awan panas di Kawah Janggring Saloko, agar fenomena alam tersebut tidak menjadi bencana," katanya.
 
Sebelumnya, gunung itu juga mengalami erupsi pada 29 Februari 2020. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan, guguran lava pijar meluncur sekitar 200 sampai 1.000 meter dari pusat guguran atau 750 meter dari kawah ke arah besuk bang dan besuk kembar.
 
Berdasarkan laporan, aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam pada Sabtu 29 Februari secara visual diselimuti kabut 0-II, hingga kabut 0-III. "Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 10 hingga 50 meter di atas puncak kawah, lalu terjadi hujan gerimis hingga sedang," kata Hendra.
 
Selain itu, teramati guguran sebanyak delapan kali dengan jarak luncur 100 hingga 1.000 meter dari pusat guguran (sekitar 750 meter dari kawah) ke arah besuk bang dan besuk kembar. "Pada malam, gunung jelas teramati api diam tinggi asap sekitar 10 sampai 50 meter dan terdengar suara gemuruh sebanyak delapan kali," katanya.
 
"Di Gunung Semeru juga terekam getaran banjir atau lahar dingin yang terekam satu kali dengan amplitudo 20 mm selama 10.860 detik, dan terjadi gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimal 1 hingga 20 mm," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,