Edukasi soal Kosmetik Ilegal BPOM Gandeng Putri Indonesia

Edukasi soal Kosmetik Ilegal BPOM Gandeng Putri Indonesia

Kepala Badan POM Penny K Lukito beri pembekalan pada finalis Puteri Indonesia 2020 sebagai Duta Kosmetik Aman. (foto - ist)

Jakarta  -  Penggunaan  make  up  meningkat tajam  sejalan  banyaknya  perempuan  Indonesia  yang  ingin  tampil  cantik. Namun, sayangnya kondisi itu juga memicu maraknya peredaran kosmetik ilegal di pasaran.

"Tindak pidana Badan POM menunjukkan, 43 persen perkara tindak pidana yang terjadi sepanjang 2019 terkait kosmetik dengan nilai keekonomian temuan barang bukti mencapai 149,4 miliar rupiah," kata Kepala Badan POM RI Penny K Lukito.

Penny menyampaikan hal tersebut ketika memberikan pembekalan kepada calon Puteri Indonesia tahun 2020 sebagai Duta Kosmetik Aman di kantor BPOM Percetakan Negara Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Menurut Penny, upaya pengawasan atau penindakan saja tidak akan cukup untuk memberantas kosmetik ilegal. Rantai penggunaan kosmetik ilegal harus diputus, dengan memberikan edukasi yang sistematis di masyarakat.

"Para finalis Puteri Indonesia merupakan public figure yang memiliki citra positif di masyarakat, terutama generasi muda yang erat dengan media sosial. Saya mengajak mereka untuk ikut mengedukasi masyarakat agar cerdas memilih kosmetik aman," katanya.

Ia pun mengajak para finalis Puteri Indonesia 2020 untuk ikut serta dalam menangkal dan memberantas berita hoaks, yang sering beredar di media sosial. Seperti diketahui, isu hoaks mengenai kesehatan dan juga kosmetik banyak beredar viral melalui media sosial.

"Sebagai finalis Puteri Indonesia yang tentu aktif di media sosial, merupakan influencer yang efektif dalam mengedukasi masyarakat. Yakni dengan menyebarkan berita yang benar dari sumber yang terpercaya," tegas Penny.

Diketahui, dalam sesi pembekalan tahun ini para finalis Puteri Indonesia mendapatkan paparan materi. Antara lain dari narasumber Kepala Badan POM serta site visit ke laboratorium pengujian dan pusat pelayanan publik Badan POM.

Selain itu, para finalis Puteri Indonesia juga mengikuti workshop pembuatan konten edukasi di media sosial. Sehingga dapat lebih efektif dalam membuat konten viral, terkait edukasi obat dan makanan yang aman kepada masyarakat. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,