Pikobar Solusi Cepat Tanggap Informasi Soal Corona di Jabar

Pikobar Solusi Cepat Tanggap Informasi Soal Corona di Jabar

Layanan 'Pikobar' Pemprov Jabar. (foto - humas)

Bandung  -  Maraknya  informasi  seputar penyebaran  virus  Corona,  Pemprov  Jabar  membuka  layanan  "Pikobar" yang merupakan akronim dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar. Layanan berbasis informasi itu untuk menanggapi segala bentuk pertanyaan seputar perkembangan virus Corona terkini di Jabar.

Pikobar juga membuka layanan aduan dan call center untuk masyarakat, yang melihat tanda-tanda atau gejala virus corona di wilayahnya. Diharapkan, laporan yang diterima bisa segera masuk ke dinas terkait guna memudahkan penanganan virus Corona.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar Hermansyah menjelaskan, Pikobar menyediakan semua informasi faktual dan aktual terkait virus Corona. Informasi yang disampaikan termasuk gejala yang terindikasi mengarah ke Corona, hingga bentuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Jabar.

"Pikobar melayani pertanyaan dan pengaduan dari masyarakat yang memiliki atau melihat orang terdekat punya gejala Covid-19. Misalnya, demam atau pun sesak napas," kata Hermansyah dalam keterangannya di Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).

Menurutnya, Pikobar ditangani langsung oleh pemerintah pusat dan berlokasi di Command Center Gedung B Gedung Sate Kota Bandung. Sedangkan nomor hotline Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jabar: 0811-2093-306, dan Emergency Kesehatan: 119.

Sejak nomor hotline dibuka pada Selasa 3 Maret hingga Rabu 4 Maret pukul 15:00 WIB, nomor hotline Dinkes Jabar melayani 63 sambungan telepon. Sementara Emergency Kesehatan 119 melayani 225 sambungan telepon.

Hermansyah menyatakan, segala bentuk pertanyaan maupun aduan dari masyarakat Jabar akan langsung dikoordinasikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar. Dengan demikian, Pikobar bisa menjadi alternatif layanan informasi yang cepat dan tanggap.

"Jadi alur pelaporan dan penanganan Covid-19 di Jabar satu pintu. Nanti dari Dinkes Jabar diteruskan ke Dinkes kabupaten/kota terhadap masyarakat yang melapor. Jika masyarakat mengajukan pertanyaan, Dinkes Jabar akan langsung merespons," katanya.

Pertanyaan dan pengaduan masyarakat yang masuk ke Dinkes Jabar dan Emergency Kesehatan 119, terbanyak yakni soal ketersedian dan fungsi masker. Diikuti informasi mengenai alur kedatangan luar negeri, hand sanitizer dan keluhan medis yang mengarah ke Corona.

Ia menambahkan, Pikobar bisa menjadi solusi informasi seputar Corona yang terpercaya. Sebab informasi yang diberikan berdasarkan sumber yang terpercaya yakni Dinas Kesehatan, sehingga meminimalisir penyebaran hoax seputar Corona yang bisa meresahkan masyarakat.

"Masyarakat harus paham apa yang dilakukan ketika memiliki atau melihat orang terdekat mempunyai gejala Covid-19. Setidaknya ada saluran atau kontak yang bisa dihubungi, dan mereka bisa menyampaikannya," tegas Hermansyah.

Penanganan dan pencegahan dilakukan sesuai alur yang sudah ditetapkan. "Masyarakat tersosialisasikan kontak yang bisa dihubungi saat memiliki gejala Covid-19 dan punya riwayat perjalanan ke negara yang sudah terpapar virus".

Keberadaan Pikobar juga dapat menangkal informasi bohong atau hoax terkait Covid-19 di Jabar yang meresahkan, selain menampung data akurat dari kabupaten/kota. "Media pun akan mendapatkan data akurat dan teraktual soal penanganan dan pencegahan Covid-19," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,