Supermoon Pertama di 2020 Menyapa pada Senin Malam Ini

Supermoon Pertama di 2020 Menyapa pada Senin Malam Ini

Supermoon Pertama di 2020 'Worm Full Moon'. (foto - pixabay)

Jakarta  -  Masyarakat  di  seluruh  dunia  akan  menyambut  "Worm  Full  Moon"  yang  jatuh  pada  9 Maret  2020  malam ini. Worm Full Moon akan menjadi supermoon pertama di tahun 2020. Worm Full Moon akan mencapai puncak kepenuhannya pukul 01:48 PM EDT, atau sekitar 18:48 malam GMT.

Untuk menemukannya bulan tersebut cukup mudah. Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Pussainsa LAPAN) Rhorom Priyatikanto turut membenarkan akan terjadinya fenomena tersebut.

"Puncak purnama jam 24:00 WIB, bisa terlihat dari Indonesia," kata Rhorom, Senin (9/3/2020). Bulan purnama itu disebut sebagai Bulan Cacing Penuh karena suku-suku pribumi di Benua Amerika mengamati ada cacing-cacing yang keluar dari tanah yang melunak saat purnama ini terjadi.

Fenomena itu juga disebut sebagai Full Crow Moon, Full Crust Moon, Full Sap Moon dan Lenten Moon. Fenomena alam Super Worm Moon yang terlihat lebih besar dan terang ini terlihat jelas di wilayah India, Timur Tengah, Eropa, Amerika. Untuk wilayah Amerika Utara fenomena ini akan mudah terpantau pada siang hari.

Berdasarkan informasi dari Forbes, di New Delhi bulan muncul mulai 6:06 PM, Dubai (6:11 PM), Moscow (5:46 P), Paris (6:29 PM), London (5:35 PM), New York (7:01 PM), Chicago (6:57 PM), Denver (7:12 PM), Los Angeles (7:12 PM).

Dalam kondisi itu bulan akan berada di rasi bintang Leo, dan akan memiliki diameter sudut, atau ukuran yang jelas, dari 33 arcminutes, dibandingkan dengan rata-rata 31 arcminutes (satu derajat setara dengan 60 arcminutes).

Ada tiga fenomena bulan purnama yang terlihat besar dan dekat pada tahun ini, yakni, Super Worm Moon yang akan terjadi Senin 9 Maret ini, Super Pink Moon 8 April 2020 mendatang dan Super Flower Moon 7 Mei 2020.

Alasan bulan akan tampak lebih besar dan terang, yakni ketika satelit alami itu mencapai perigee atau titik terdekat dari Bumi dalam orbitnya. Saat itu orbit bulan akan membentuk lingkaran yang sempurna, dan masa perigee itu berdasarkan penelitian menjelaskan bulan akan berjarak sekitar 360.461 km dari Bumi, dibandingkan jarak rata-rata 384.400 km.

Ketika bulan purnama bertepatan dengan perigee atau disebut "supermoon" tetapi dalam kasus ini bulan purnama akan kehilangan perigee sekitar satu setengah hari.

Seperti diketahui, Supermoon adalah nama panggilan populer yang diberikan kepada Bulan purnama yang bertepatan dengan Perigee. Perigee merupakan titik di orbit Bumi di Bulan yang paling dekat dengan planet bumi. Saat ini bulan purnama tampak sedikit lebih terang dan lebih besar sekitar 7 persen dari bulan purnama biasanya.

Secara historis, nama-nama bulan purnama digunakan untuk melacak musim. Alasan ini sering berhubungan erat dengan alam. Nama Bulan yang digunakan berasal dari penduduk asli Amerika dan era kolonial.

Secara tradisional, setiap nama bulan purnama diaplikasikan pada seluruh bulan lunar. Nama paling umum untuk bulan purnama bulan Maret adalah Bulan Cacing Penuh. Pada saat itu, tanah mulai melunak dan menjadi pas bagi para cacing tanah untuk muncul kembali.

Mereka akan mengundang burung robin dan burung-burung lainnya, untuk memberikan makan dan tanda musim semi yang sebenarnya. Akar mulai mendorong jalan mereka ke atas melalui tanah.

Di sisi lain, Bumi mengalami kelahiran kembali saat terbangun dari tidurnya di musim dingin. Ada banyak nama alternatif untuk Bulan Maret. Salah satu nama tersebut adalah Bulan Getah Penuh, karena ini adalah tahun ketika getah gula maple mulai mengalir.

Menanggapi hal itu, pakar Fengshui Master Ferry Wong menyarankan, masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap cuaca dingin, masuk angin, tangan kaku, alergi, hujan, banjir longsor, gunung meletus, emosi yang berlebih, sikap acuh tak acuh.

Secangkir seduhan kayu manis, jahe, kapulaga, gula aren (merah) bisa menjadi pilihan yang tepat karena dapat menghangatkan tubuh & mengusir angin. Selain itu berjemur cahaya rembulan dapat menyerap energi YIN (dingin) yang bermanfaat, untuk menurunkan energi YANG (Panas) dari tubuh manusia. Seperti amarah, dendam, dengki dll.

Dengan terserapnya energi rembulan dapat meningkatkan pancaran Aura (sinar/cahaya) tubuh, sehingga terlihat lebih menarik, bersih, sehat bahkan dapat menambah Qi (energi) diri. Energi ini dapat memberikan semangat kerja meraih kekayaan serta keberuntungan.

Bagi Anda yang ingin berjemur cahaya rembulan caranya cukup dengan berdiri atau duduk di bawah cahaya selama mungkin. Anda juga bisa menyesuaikan kebutuhan sambil menarik napas dari hidung lalu embuskan dari mulut. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,