Mantan Menteri Keuangan Kecam Netanyahu

Mantan Menteri Keuangan Kecam Netanyahu

Mantan Menteri Keuangan Kecam Netanyahu

Jerusalem  - Mantan menteri keuangan Israel Yair Lapid, yang dipecat dan dicela oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pada Rabu (3/12) mengecam perdana menteri Israel tersebut dan mengatakan Netanyahu "tak bisa diajak berkomunikasi".

Di dalam satu taklimat yang diadakan di Tel Aviv pada Rabu (3/12/2014) malam, Lapid mengatakan perdana menteri Israel itu "tak bisa diajak berkomunikasi dan bertindak sendiri. Tak ada orang lain kecuali dia yang tertarik pada penyelenggaraan pemilihan umum".

"Perdana menteri," kata Lapir, "anda tidak tahu apa yang dialami rakyat akibat pemilihan umum, sebab anda tidak mengenal mereka dan apa yang ada di benak mereka untuk waktu yang lama. Anda cuma memberitahu warga bahwa anda lebih suka menutup ekonomi dan mengeluarkan miliaran shekel."

Banyak ahli memperkirakan pemilihan umum dini yang direncanakan berlangsung pada 17 Maret akan menelan biaya sebesar dua miliar shekel (setengah miliar dolar AS), dan akan melumpuhkan negeri tersebut sebab tak ada anggaran yang disahkan oleh Knesset (Parlemen) untuk tahun fiskal 2015.

Lapid menambahkan perdana menteri Israel itu keliru jika ia menduga ia akan bisa mempertahankan posisinya dalam pemilihan umum mendatang, demikian laporan Xinhua, Kamis pagi. "Perdana menteri telah membuat kekeliruan dan takkan menyusun pemerintah selanjutnya," katanya.

Ketika secara langsung menanggapi tuduhan dari Netannyahu bahwa ia dan menteri kehakiman Tzipi Livni --yang juga dipecat oleh Netanyahu-- merusak kepemimpinannya dari dalam pemerintahan, ia menyebut penampilan Netanyahu di depan pers pada Selasa (2/12) sebagai "kesetanan dan mengerikan". Lapid juga menyatakan Netanyahu adalah orang yang berusaha membuat kesepakatan politik dan mendepak partai Lapid dari pemerintahan.

"Anda mencapai kesepakatan dengan kelompok ultra-Ortodoks, anda membuat mereka berjanji dan kemudian anda mengeluh ada kudeta terhadap anda, padahal itu tak pernah terjadi. (Ia) bukan hanya tak bisa diajak berkomunikasi, tapi hidup di tanah impian," Lapid menambahkan.(Ode)**

 

.

Categories:Internasional,
Tags:politik,