Lidik Pembunuhan, Polisi Periksa 42 Saksi dan Pacar Anjanii

Lidik Pembunuhan, Polisi Periksa 42 Saksi dan Pacar Anjanii

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki. (foto - ist)

Cimahi  -  Kasus  pembunuhan  Intan  Marwah  Sofiah  (20)  atau  Anjanii  Bee  kembali diungkap  polisi,  setelah  sejumlah saksi diperiksa. Sejauh ini, sudah ada 42 saksi yang dimintai keterangan, terkait kematian Perempuan warga Kabupaten Subang tersebut.

Perempuan bertato burung hantu itu ditemukan terbujur kaku di selokan Jalan Raya Bandung - Lembang Desa Gudang Kahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis 5 Maret.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengakui, sejauh ini pihaknya masih belum bisa mengutarakan hasilnya. "Kita sudah periksa 42 saksi, termasuk pacar korban. Semuanya sudah diperiksa," katanya, Kamis (12/3/2020).

Selain memeriksa saksi menurut Yoris, pihaknya juga sudah melakukan olah TKP sebanyak lima kali. Oleh karena itu, data yang diperlukan untuk penyelidikan juga telah dikantongi polisi. Data itu sudah ada yang mengarah ke petunjuk pelaku. "Namun kita belum bisa publikasikan karena untuk kepentingan penyelidikan," tegas Yoris.

Mengenai jumlah terduga pelaku Yoris menjelaskan, pihak kepolisian belum berani menyampaikannya. Polisi pun belum bisa memastikan apakah pelaku membuang mayat Anjanii berangkat dari arah Lembang menuju Kota Bandung atau sebaliknya.

"Kita tidak bisa dipastikan, bisa saja pelaku memutar jadi kemungkinannya bisa dari arah atas atau dari arah bawah," katanya. Saat ditemukan, kondisi mayat Anjanii dalam kondisi mengenaskan, terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.

Antara lain di bagian kepala, leher dan wajah terdapat luka bekas hantaman senjata tajam. Sementara tubuh perempuan itu hanya tertutupi oleh seprai dan plastik hitam. Untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut, polisi pin sudah membentuk tim khusus.

Sejauh ini, mayat Anjanii juga sudah diotopsi dan dimakamkan di Kampung Karajan Desa Karang Hegar Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang, pada Jumat 6 Maret. Duka dan kesedihan mendalam tentu saja dirasakan oleh keluarga.

Bahkan, ibunda korban, Nita terus menangisi kepergian anak gadisnya itu hingga ke pemakaman. Menurut Nita, terakhir kali ia berhubungan dengan anaknya pada Minggu 1 Maret malam. Saat itu, keduanya berinteraksi lewat video call atau panggilan video di ponsel.

Nita mengatakan, anaknya saat ditelepon sedang berada di kamar kosnya di Kota Bandung. Dia sedang bersama laki-laki yang merupakan pacarnya. "Saya minta anak saya pulang karena ada yang perlu dibicarakan. Namun belum bertemu sudah meninggal," katanya. (Jr.)**

.

Tags:,