Jabar Siapkan Skenario Jika Paparan Corona Semakin Buruk

Jabar Siapkan Skenario Jika Paparan Corona Semakin Buruk

Jabar Command Center di Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung. (foto - ist)

Bandung  -  Pemprov  Jabar  telah  mempersiapkan  skenario  terburuk  jika  penyebaran  virus  Corona  (Covid-19)  terjadi  secara masif di Jabar. Terlebih lagi, jika angka orang yang terjangkit virus itu mencapai angka lebih dari 1.000 orang.

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung jika terus bertambah menerima pasien Corona, seluruh ruang Kemuning pun dengan 250 tempat tidur akan dikonversi menjadi Gedung Covid-19. Sehingga pasien lain seperti TBC yang berdampingan dengan isolasi Corona, akan digeser ke rumah sakit lain.

Apabila diperlukan, RSHS Bandung akan dideklarasikan seluruh ruangannya menjadi khusus Covid-19. Sehingga semua pasien non-covid akan dipindahkan ke rumah sakit lain. Ditambah dengan rumah sakit daerah dan rumah sakit TNI, mengingat Kodam III/Siliwangi dengan fasilitas kesehatannya.

"Kami telah memaparkan kepada Pak Mendagri, kalau terjadi skenario terburuk, seperti jika ada pasien positif 100 orang penyebarannya di mana, dan kalau 500 kira-kira seperti apa skenarionya. Termasuk jika sampai 1.000 ke atas," kata Gubernur Jabar Ridwan kamil di Gedung Sate Bandung, Rabu (18/3/2020).

Emil mengatakan, dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, pihaknya telah mempersiapkan Command Center yang akan memberikan update terbaru terkait virus tersebut. Termasuk membuat aplikasi, yang dapat diunduh oleh masyarakat, sehingga dapat mengetahui informasi seputar Corona dan perkembangannya di Jabar.

"Selain itu, teknologi semaksimal mungkin melalui aplikasi pikobar, yang berisi informasi dan update terbaru Covid-19. Bagi masyarakat yang ingin bertanya atau memberikan bantuan, silakan," katanya. Pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat untuk jaga jarak (social distancing) selama 14 hari.

Selain itu, melakukan tes proaktif, di mana dari 230 terdapat satu orang yang dinyatakan positif, meski terlihat tampak sehat dan tidak memiliki gejala virus tersebut. "Terkait lockdown kita mengikuti kewenangan pemerintah pusat, tapi untuk yang terburuk kita siap mengikuti dengan baik," tegas Emil.

Ruang Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar)

 

Mengenai anggaran lanjutnya, untuk situasi pencegahan virus Corona telah disetujui lewat peraturan Kemendagri dan Kementerian Keuangan. Dengan begitu, dapat dimaksimalkan saat institusi tertentu membutuhkan anggaran untuk sembako, masker dan lain sebagainya, dalam bentuk hibah.

"Poin terpenting anggaran telah disetujui dan bisa digeser oleh sebuah prosedur peraturan, sehingga kalau kami kurang agar bisa membelanjakan dalam bentuk hibah kepada institusi yang membutuhkan," katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, berdasarkan berbagai literasi atau tulisan, virus Corona memiliki tingkat penyebaran yang tinggi namun tingkat fatalitas yang rendah. Dengan demikian, dapat diantisipasi melalui social distancing di masyarakat.

"Perlu edukasi kepada masyarakat agar melakukan gerakan social distancing, dengan menjaga pola hidup sehat," katanya. Kejadian virus Corona ini agar tidak membuat mundurnya roda perekonomian di masyarakat, sehingga harus ada kebijakan pemerintah yang bisa mendorong ekonomi khususnya bagi UMKM atau usaha mikro.

"Bagi kepala daerah yang anggarannya sudah dibagikan untuk segera dibelanjakan, agar beredar di masyarakat. Begitu juga dengan kepala desa agar segera mengajukan anggaran dana desa, karena ada Rp 72 triliun yang telah dipersiapkan bagi desa di seluruh Indonesia," tambah Tito Karnavian. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,