Jalur Ciparay-Majalaya Lumpuh Terendam Luapan Citarum

Jalur Ciparay-Majalaya Lumpuh Terendam Luapan Citarum

Banjir merendam Jalan Raya Laswi Kecamatan Majalaya - Ciparay Kabupaten Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Majalaya dan Desa Tanggulun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung lumpuh akibat terendam banjir setinggi 20 - 40 cm. Banjir menerjang luapan dari Sungai Citarum, Jumat (20/3/2020) malam.

Banjir rutin yang menerjang sejumlah ruas jalan itu terjadi setelah turun hujan deras di kawasan hulu Sungai Citarum, yang meliputi Kecamatan Kertasari, Pacet dan Ibun sejak Jumat siang sampai sore. Bahkan, sampai malam hari beberapa kawasan masih hujan.

Ruas jalan yang terputus akibat terendam banjir luapan Sungai Citarum dan anak sungai itu, antara lain Jalan Raya Laswi, Jalan Tengah, Jalan Alun-alun Utara Majalaya, Jalan Saparako Desa Majalaya Kecamatan Majalaya.

Sementara Jalan Raya Majalaya - Ibun Desa Tanggulun Kecamatan Ibun juga terendam banjir tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, akibat meluapnya Sungai Ciraab Gandok, yang merupakan anak Sungai Citarum.

Banyak para pengendara yang terjebak banjir. Pengendara dari arah Ciparay tujuan Majalaya maupun sebaliknya, yang melintasi Jalan Raya Laswi terpaksa harus melewati jalan alternatif, yakni Jalan Leuwidulang Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya.

Begitu juga pengendara dari arah Ibun tujuan Majalaya atau sebaliknya yang melintasi Jalan Majalaya - Ibun juga terpaksa melintasi jalan alternatif. Banjir berdampak pada ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima yang ada di kawasan Kota Majalaya.

"Jalan Raya Laswi, tapatnya di kawasan bekas Majalaya Theater tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Para pengendara harus menghindari jalur jalan itu untuk mencari jalan alternatif," kata warga Desa Majakerta Kecamatan Majalaya.

"Sejumlah ruas jalan di kawasan Kota Majalaya terendam banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan. Para pengendara harus menghindari ruas Jalan Alun-alun Utara Majalaya, Jalan Tengah Majalaya dan Jalan Raya Laswi," katanya.

Berdasarkan penuturan Memet Moch Rachmat, warga Desa Tanggulun Kecamatan Ibun, rumahnya menjadi langganan banjir dan sudah lama dibiarkan tidak ditempati. Ia mengaku sudah lelah menjadi korban banjir. Barang-barang berharga seperti elektronik jenis kulkas, televisi dan mebel pun hancur terendam banjir.

"Hampir satu tahun lebih rumah saya dibiarkan kosong karena sering terendam banjir. Saat ini juga kembali dilanda banjir. Di dalam rumah saya banyak endapan lumpur dan sampah akibat terus-menerus terendam banjir luapan Sungai Citarum," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,