Corona, Kemenag Perpanjang Masa Pelunasan Biaya Haji 2020

Corona, Kemenag Perpanjang Masa Pelunasan Biaya Haji 2020

Kemenag Perpanjang Masa Pelunasan Biaya Haji 2020. (foto - ist)

Jakarta - Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama memperpanjang jadwal pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bagi jamaah reguler tahun 1441H/2020M. Hal itu dimaksudkan agar antrean pembayaran jamaah dapat terurai dan menjauhi keramaian.

"Kini, antrean dan kumpulan jamaah masih cukup banyak pada Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih. Hal itu berpotensi mempercepat penyebaran virus Covid-19," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali dalam keterangannya, Selasa (24/3/2020).

Ia mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran untuk para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan BPS Bipih, terkait Pelaksanaan Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji Reguler Tahun 1441H/2020M dalam upaya pencegahan penyebaran Corona virus disease.

"Surat edaran diterbitkan dalam upaya bersama untuk menghambat penyebaran wabah Covid-19, yang meningkat pesat dan meluas," katanya. Adapun jadwal pelunasan Bipih regular untuk tahap pertama awalnya mulai 19 Maret hingga 17 April 2020.

Pembayaran itu lalu diperpanjang hingga 30 April 2020. Untuk pelunasan tahap kedua, yang tadinya dari 30 April hingga 15 Mei 2020, menjadi mulai 12 Mei hingga 20 Mei 2020. Kemenag juga mendorong jamaah untuk memanfaatkan layanan pelunasan non teller. Jemaah bisa melakukan transfer hingga tidak perlu datang ke bank.

Nizar meminta Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi dapat menunjuk penanggung jawab kontak tiap Kankemenag Kabupaten/Kota. Perannya agar selalu dapat dihubungi oleh jamaah yang akan menyampaikan bukti pelunasan atau transfer, berikut pas foto.

"Kanwil Kemenag Provinsi, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan BPS Bipih kami minta terus melakukan sosialisasi kepada jamaah. untuk melakukan pelunasan melalui mekanisme tanpa tatap muka (non-teller)," tegas Nizar.

Tak hanya itu, BPS Bipih juga diminta untuk menerapkan protokol pengendalian Covid-19. Salah satunya dengan membatasi jumlah jamaah yang dilayani setiap harinya. Kemenag sendiri telah membatasi pendaftar dan pembatalan jemaah haji pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

"Jumlah pendaftar yang akan melakukan pembayaran haji regular akan dibatasi maksimal 5 orang per hari. Untuk layanan rekam fingerprint dalam proses pendaftaran dan pelimpahan nomor porsi, sedangkan waktunya ditunda sampai kondisi normal kembali," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,