Amerika Kritis, Jumlah Penderita Corona Bisa Lampaui Cina

Amerika Kritis, Jumlah Penderita Corona Bisa Lampaui Cina

Virus Corona menggasak warga Amerika Serikat. (foto - Getty Images)

Baltimore  -  Kondisi  Amerika Serikat  kian  memburuk  yang  telah  menjelma  menjadi  pusat  penyebaran  virus  Corona  (Covid-19).  Hal itu didasari atas ledakan jumlah penderita Corona, yang telah menempati urutan ketiga sebagai negara dengan jumlah penderita terbanyak dunia.
 
Berdasarkan data terbaru yang disiarkan CSSE Johns Hopkins University, Rabu (25/3/2020), jumlah penderita positif Corona di Amerika telah mencapai angka 55.225 jiwa.
 
Lebih mengkhawatirkan lagi, jumlah warga Amerika yang meninggal dunia akibat virus Corona nyaris mendekati angka seribu. Total saat ini sudah mencapai 801 orang yang meninggal dunia.
 
Pasien Corona meninggal dunia terbanyak ditemukan di New York City, yakni sebanyak 192 pasien Corona meninggal dunia, diikuti Washington dengan total 94 jiwa. Sementara sejak wabah Corona menyerang, Amerika baru mampu menyembuhkan 354 penderita.
 
Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia atau WHO sudah memperingatkan Amerika untuk mewaspadai kondisi yang semakin memburuk. WHO memprediksi, Amerika bakal bisa menggantikan Cina sebagai negara terparah dan terbanyak korban Corona.
 
Cina sendiri saat ini masih menjadi negara dengan jumlah penderita Corona terbanyak, dengan total 81.591 orang. Hanya saja Cina berhasil menyembuhkan sebanyak 73.280 penderita, meski tercatat ada 3.281 jiwa meninggal dunia.
 
Sementara itu, Italia juga belum mampu meredam serangan Corona. Negara ini masih menduduki peringkat kedua dengan total penderita 69.176 orang. Italia memegang rekor jumlah penderita meninggal terbanyak dengan jumlah 6.820 jiwa, dan baru berhasil memulihkan 8.326 jiwa.
 
Diketahui, Cina sebenarnya sudah memprediksi angka penderita Corona di Amerika mencapai 34 juta jiwa, dan sekitar 20 ribu orang meninggal dunia. Namun, Amerika sendiri tidak mau mengakui mengenai hal tersebut.
 
Prediksi Cina didasari atas laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dari Badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat atau CDC, tentang terjadinya salah diagnosa.
 
Cina menyebutkan, virus Corona sebenarnya sudah menyerang Amerika jauh sebelum menyerang Kota Wuhan Cina. Hanya saja Amerika mendiagnosa sebagai penyakit flu biasa. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,