Resmob Polda Metro Tembak Mati 2 Pencuri Motor di Tangsel

Resmob Polda Metro Tembak Mati 2 Pencuri Motor di Tangsel

Pengungkapan dua maling motor ditembak mati petugas di wilayah Tangerang Selatan. (foto - ist)

Jakarta - Petugas dari Sub Direktorat Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menembak mati dua maling motor bersenjata api, yang melawan dengan menembaki petugas dengan senjata api rakitan saat akan ditangkap.
 
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, peristiwa baku tembak  terjadi pada 23 Maret 2020 sekitar pukul 19.30 WIB, di wilayah Tangerang Selatan. Awalnya, Tim Resmob menemukan lokasi berkumpulnya para pelaku pencurian kendaraan bermotor roda dua.
 
Petugas bersiap menangkap tiga tersangka berinisial LP, A dan F di kawasan Bitung Tangerang Selatan. "Saat hendak diamankan, tersangka F dan A melawan dengan mencabut senpi rakitan miliknya yang disimpan di pinggang belakang untuk menyerang petugas," kaya Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (26/3/2020).
 
Petugas lalu memberikan peringatan kepada kedua tersangka untuk menyerahkan diri dan tidak melakukan perlawanan. Namun peringatan petugas dijawab dengan tembakan senjata api rakitan milik tersangka. Petugas akhirnya terpaksa menembak A dan F.
 
Kedua tersangka akhirnya tersungkur diterjang timah panas dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun kedua tersangka tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Polisi juga masih memburu seorang tersangka berinisial I yang berperan sebagai joki. Polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain empat unit sepeda hasil kejahatan, dua pucuk senjata api rakitan, 10 butir peluru, tiga kunci letter T dan 13 anak kunci letter T.
 
Modus para pencuri sepeda motor adalah dengan merusak kunci stang motor menggunakan kunci leter T, yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Saat beraksi, pelaku selalu dilengkapi dengan senjata api rakitan dan senjata tajam.
 
Para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan atau pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. (Jr.)**
.

Tags:,