Suhu Antartika Memanas capai Tertinggi pada Musim Panas

Suhu Antartika Memanas capai Tertinggi pada Musim Panas

Suhu di Antartika memanas capai rekor tertinggi di musim panas. (foto - Delawareonline)

Antartika - Sejumlah  ilmuwan  kembali  mencatat  gelombang  panas  pertama  yang  terjadi di Antartika.  Lokasi  tepatnya di sebuah pangkalan penelitian di kawasan Antartika Timur.

Dilansir CNN, para ilmuwan iklim tersebut memperingatkan, suhu seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya. Hal tersebut bisa berdampak pada hewan dan tumbuhan di wilayah itu.

Para peneliti dari Program Antartika Australia mencatat, gelombang panas di Stasiun Penelitian Casey yang berada di bagian utara Semenanjung Bailey di Pantai Budd. Pencatatan gelombang panas terjadi antara tanggal 23 dan 26 Januari, jatuh pada musim panas di kawasan itu.

Selama tiga hari penelitian para ahli menemukan, daerah itu mengalami suhu paling tinggi. Bahkan, memecahkan rekor, di mana suhunya mencapai 9,2 derajat Celcius di Casey pada 24 Januari lalu.

Selama tiga hari, suhu minimum naik di atas nol, dan suhu maksimum mencapai di atas 7,5 derajat Celcius. "Gelombang panas terjadi selama tiga hari berturut-turut dengan suhu maksimum dan minimum yang ekstrem," sebut ahli biologi Dr. Sharon Robinson dalam jurnal Global Change Biology.

Para ilmuwan mengatakan, suhu di atas nol jelas semakin mempercepat pencairan es. Diketahui, wilayah Antartika memanas dengan cepat karena polusi dan gas rumah kaca. Halitu juga memiliki konsekuensi global yang serius. Utamanya bagi jutaan orang yang tinggal di pesisir, rentan terhadap kenaikan permukaan laut.

Sementara itu, ekolog Antartika Dr. Dana Bergstrom memperingatkan, musim panas yang menghangat di sana dapat mengakibatkan gangguan jangka panjang pada populasi lokal, komunitas serta menimbulkan ancaman bagi ekosistem yang lebih luas.

"Banjir lelehan air dari es memang dapat menyediakan air tambahan untuk ekosistem gurun di Antartika. Hal itu mengarah pada peningkatan pertumbuhan dan reproduksi lumut, mikroba dan invertebrata," katanya.

"Namun banjir lelehan es yang berlebihan tersebut dapat mematikan tanaman, sekaligus mengubah komposisi invertebrata dan mikrobanya. Jika es mencair sepenuhnya di awal musim, ekosistem itu akan mengalami kekeringan selama sisa musim berikutnya," tegas Bergstrom.

Rekor suhu telah dicatat di seluruh daratan Antartika selama musim panas. Pada Februari, para ilmuwan di stasiun penelitian Esperanza Argentina mencatat suhu hampir 18,3 derajat Celcius yang terjadi di ujung utara Antartika, dan itulah suhu terpanas yang pernah dicatat di Antartika. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait