Imbas Corona, 750 Pasangan Suami Istri Gagal Cerai

Imbas Corona, 750 Pasangan Suami Istri Gagal Cerai

Menunggu sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Kelas IA Kota Semarang. (foto - ilustrasi)

Semarang - Sekitar 750 pasangan suami istri yang mengajukan gugatan cerai tertunda menjalani sidang di Pengadilan Agama Kelas IA Kota Semarang. Tertundanya seluruh persidangan hingga akhir Maret, ratusan pasutri belum bisa disidangkan untuk menekan penularan virus Corona.

"Sejak tiga pekan lalu tidak kita proses gugatan. Padahal, kalau kondisi normal setiap hari kita bisa 75 sampai 115 perkara cerai yang masuk. Tahapan pendaftarannya juga kita tutup karena kita sedang berupaya melakukan social distancing," kata Kepala Pengadilan Agama Kelas IA Kota Semarang Anis Fuadz, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, penundaan sidang cerai sesuai arahan surat edaran dari Kemenpan RB dan Kejaksaan Agung. Namun, dampaknya para penggugat menuai protes terkait tertundanya gugatan cerai mereka, yang mengakibatkan sidang cerai tidak kunjung selesai.

"Pastinya banyak yang kecewa, tapi saya rasa wajar karena mereka kepengen cepat selesai," katanya. Pihaknya baru akan menggelar proses sedang perceraian, pada Rabu 8 April 2020. Meski begitu, nantinya jumlah penggugat akan banyak begitu sidang cerai dimulai.

"Sidang akan segera kita buka karena pemohonnya sangat banyak. Kami punya tiga majelis hakim yang bertugas di tiga ruang sidang," tegasnya. Nantinya lokasi sidang akan menerapkan protokol kesehatan. "Setiap masuk ruang sidang dilakukan pemeriksaan kesehatan dan cek suhu tubuh, serta sosial distancing".

Sementara itu, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Semarang Syaifudin menyatakan, dalam waktu tiga bulan terakhir jumlah perceraian yang ditangani menurun.

"Januari 2020 ada 368 gugatan cerai dengan jumlah permohonan 47 perkara. Pada Februari turun jadi 318 gugatan cerai dengan jumlah permohonan 28 perkara. Sedangkan Maret sekitar 175 gugatan cerai dengan 34 perkara permohonan," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,