Mojang-Jajaka Asal Parongpong Bagikan 800 Paket Sembako

Mojang-Jajaka Asal Parongpong Bagikan 800 Paket Sembako

Aksi peduli Mojang - Jajaka (Moja) Desa Cigugurgirang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. (foto - Sindo)

Bandung - Sejumlah  perempuan  cantik  yang  tergabung  dalam  Mojang - Jajaka  (Moja)  Desa  Cigugurgirang  Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat, turut membantu warga terdampak wabah virus corona (Covid-19).

Pasalnya, akibat virus Corona sejumlah warga terpaksa diliburkan dari tempat kerjanya, karena sepi atau tidak berproduksi. Praktis para warga terdampak tersebut tidak mendapat penghasilan.

Ketua Moja Cigugurgirang Fitriani mengatakan, untuk membantu warga yang terdampak pihaknya menyediakan sekitar 800 paket sembako, untuk disebarkan kepada warga di 18 RW yang berada di Desa Cigugurgirang.

"Sekitar 25 Moja bergerak bersama dengan RT dan RW mulai dari mengurus, mendata hingga menyalurkannya. Semoga dari hal kecil ini bisa membantu mereka yang membutuhkan, khususnya di desa kami. Sebab, Corona sudah menjadi persoalan global yang harus ditangani bersama," kata Fitriani, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, sembako yang dibagikan berupa kebutuhan sehari-hari antara lain beras, minyak goreng dan mi instan. Selain kepada keluarga pekerja yang diliburkan, sembako juga diberikan pada manula, janda, yatim piatu serta keluarga tidak mampu.

Akibat mewabahnya Corona dampaknya benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, karena banyak yang kehilangan penghasilan. Padahal kebutuhan setiap hari tetap harus dipenuhi.

"Ini merupakan aksi spontanitas, kebetulan ada donatur juga yang menyumbang. Oleh karena itu, kami kumpulkan menjadi sembako untuk disumbangkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan," tegas Fitriani.

Sementara itu, Pembina Moja Cigugurgirang Riyani Soedarmo mengaku, dari aksi gotong royong peduli sesama tersebut, banyak warga yang terenyuh bahkan ada juga yang menangis haru.

Pihaknya meminta agar masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk menerapkan physical distancing dan social distancing, tidak berkerumun dan tetap di rumah. Namun, kalau pun terpaksa ke luar rumah, harus memakai masker untuk mengantisipasi paparan virus.

"Sejauh ini, pemerintah terus bekerja keras untuk melakukan langkah agar penyebaran Corona bisa benar-benar dicegah. Untuk itu, harus kita dukung sambil berdoa agar wabah itu bisa segera teratasi," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,