Presiden Madagaskar klaim temukan Vaksin tangkal Corona

Presiden Madagaskar klaim temukan Vaksin tangkal Corona

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina klaim temukan tumbuhan panangkal Covid-19. (foto - Getty Images)

Antananarivo  -  Hingga  sekarang  ini  para medis  masih  belum  menemukan  vaksin  untuk  pasien  positif  virus  Corona (Covid-19). Meski begitu, klaim datang dari Madagaskar terkait obat penangkal virus yang menyerang organ pernapasan itu.

Dilansir DailyMail, Kamis (9/4/2020) Presiden Madagaskar Andry Rajoelina menyebutkan, negaranya siap melakukan uji coba obat herbal guna menghentikan sebaran pandemi Covid-19. Dalam program tayangan televisi ia mengatakan, "Saya baru mendapat pemberitahuan negara kami memiliki obat yang sangat mungkin dapat menyembuhkan pasien Covid-19. Saya katakan sangat mungkin karena masih harus diuji".

Ia menyatakan, tanaman dimaksud dapat menyembuhkan gejala virus sepenuhnya. Namun, Andry pun tak merinci dari tanaman herbal yang dimaksud. Ia masih merahasiakannya dan hanya menyebut, tes mulai dilakukan di sejumlah lab dengan melibatkan para ilmuwan.

"Kami akan melakukan serangkaian tes dan saya yakin Madagaskar akan menemukan obat untuk penyembuhan Covid-19. Kami akan mengubah sejarah dunia," tegas Andry.

Sebelumnya, presiden yang dikenal aktif terkait pengobatan pasien Covid-19 mendapat peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Khususnya mengenai klaim obat-obatan herbal atau alternatif untuk menangkal virus. Sejauh ini, Madagaskar mengonfirmasi 93 kasus dengan angka kematian nol.

Warga sendiri menanggapi pandemi saat ini dengan berbagai penawaran obat herbal, antara lain lemon dan jahe. Ini didukung oleh presiden yang meyakini penanganan alternatif sebagai opsi utama meningkatkan imun tubuh. "Selain obat-obatan pasien akan ditangani dengan uap minyak ravintsara dan asupan tinggi kalori," katanya.

Namun demikian, pernyataan Andry ditanggapi skeptis oleh perwakilan WHO Madagaskar, Charlotte Faty Dniaye. "Covid-19 yang merupakan virus Corona bukan flu biasa, jadi obat-obatan ramuan kuno tak bisa begitu saja dipercaya," katanya.

Sementara situs resmi WHO menyatakan, obat-obatan saat ini "hanya" meringankan gejala. Hal serupa dikatakan Pusat Pengendalian Penyakit AS yang menegaskan, sejauh ini belum ada uji klinis resmi mengenai pengobatan herbal seperti teh untuk pasien Covid-19.

Mereka juga tidak menyarankan pengobatan secara mandiri. Sementara tes dilakukan, Madagaskar resmi memperpanjang lockdown hingga pertengahan April mendatang. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait