Gubernur Kesal Peserta Jamkesta Masih Bayar Obat

Gubernur Kesal Peserta Jamkesta Masih Bayar Obat

Rusli Habibie. (Foto: Net)

Gorontalo - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku kesal karena menerima laporan warga, terkait pelayanan sejumlah rumah sakit di Gorontalo.

Pasalnya, kata dia, pasien pemegang kartu Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) masih harus membayar obat dan peralatan medis habis pakai saat dirawat di rumah sakit.

Padahal, pemprov sendiri melalui program tersebut telah menjamin pasien bebas biaya berobat.

Menindaklanjuti keluhan tersebut gubernur langsung memanggil Kepala BPJS Gorontalo, Direktur RSUD Aloe Saboe, Kadis Kesehatan Provinsi serta mengundang Wakil Walikota Gorontalo di rumah jabatan Gubernur, Kamis (4/12/2014).

" Saya ingin penjelasan kenapa pemilik kartu Jamkesta masih harus menanggung biaya obat obatan, infus dan lain lain? Iya kalo punya duit bisa beli di apotik, tapi kalo masyarakat miskin, mana mampu mereka? Bisa keburu mati mereka baru bisa dapat obatan-obatan. Kita kan sudah jaminkan mereka melalui program Jamkesta?," tukasnya.

Pembebanan biaya obat-obatan dan alat medis habis pakai kepada pasien, lanjut Rusli, sangat membebani pasien.

Seharusnya, kata dia, pihak rumah sakit sudah menyiapkan segala kebutuhan pasien selama di rawat di rumah sakit.

Menurutnya, maksud penjaminan Jamkesta oleh pemprov agar warga miskin tidak dipusingkan lagi dengan biaya medis saat berobat.

"Kami sungguh-sungguh kerja, anggarkan untuk pelayanan kesehatan mereka (warga miskin) .Kalau begini pelayanan kalian kan jadi nggak nyambung," tukas penerima Satria Bhakti Husada 2014 itu di hadapan unsure terkait.

Menanggapi hal itu Direktur Rumah Sakit Aloe Saboe Andang Bilato mengaku jika hal itu terpaksa dilakukan pihak rumah sakit.

Ia mengungkapkan saat ini RS tersebut tak lagi dipasok obat-obatan dan alat medis habis pakai, karena sedang berhutang Rp5 miliar rupiah kepada pihak distributor.

Pasien terpaksa diharuskan membeli obat di luar rumah sakit dan akan mendapatkan penggantian uang usai berobat.

" Masyarakat harus beli obat sendiri karena ketersediaan sekarang terbatas. Kita di cut pihak distributor karena hutang rumah sakit belum diselesaikan.Ada uang kas 17 miliar, namun tidak bisa dipakai karena kami dibatasi oleh alokasi anggaran," bebernya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,