Penembakan Brutal Terjadi di Kota Pesisir Kanada, 10 Tewas

Penembakan Brutal Terjadi di Kota Pesisir Kanada, 10 Tewas

Polisi kepung pelaku penembakan di sebuah pom bensin di Provinsi Nova Scotia Kanada. (foto - Associated Press)

Nova Scotia - Penembakan  secara  brutal  dilakukan  seorang  pria  di Provinsi  Nova  Scotia  Kanada  yang  menewaskan sejumlah orang. Dilaporkan, sedikitnya 10 orang tewas, termasuk satu petugas kepolisian setelah 12 jam peristiwa itu berlangsung.

Dilansir AFP, Senin (20/4/2020) sejumlah saksi mengatakan, polisi telah menembak mati orang yang dicurigai sebagai pria bersenjata di sebuah pom bensin. Sebelumnya, polisi telah menangkap Gabriel Wortman (51), setelah melakukan pengejaran dengan tuduhan menembak beberapa orang.

Berdasarkan keterangan Royal Canadian Muondted Police, insiden itu terjadi di kota kecil pesisir Atlantik Portapique, sekitar 130 km utara ibukota Provinsi Halifax. Canadian Broadcasting Corp dan Global News melaporkan, banyak orang tewas akibat penembakan itu.

"Ini adalah salah satu tindakan kekerasan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah di provinsi kami," kata Perdana Menteri Nova Scotia Stephen McNeil. Seorang juru bicara untuk RCMP di Nova Scotia menolak untuk mengomentari laporan media.

Petugas evakuasi korban tewas setelah terjadinya penembakan brutal. (foto - Canberra Times)

 

Perdana Menteri Kanada Justin Truddeau mengatakan, ia menyesalkan apa yang disebutnya "situasi yang mengerikan". Penembakan massal relatif jarang terjadi di Kanada, yang memiliki undang-undang kontrol senjata lebih ketat daripada Amerika Serikat.

Warga Postaoiquw mengatakan, kejadian bermula pada Sabtu 18 April malam waktu setempat saat polisi mendesak semua orang untuk tetap tinggal di rumah. Seorang pria mengatakan, ia melihat setidaknya ada tiga kebakaran terpisah.

Disebutkan, dirinya menemukan dua kendaraan polisi yang terbakar saat sedang mengemudi pada hari Minggu 19 April. "Ada satu petugas yang bisa kita lihat di tempat kejadian lalu tiba-tiba ia berlari ke arah kendaraan yang terbakar," kata Darcy Sack.

"Kami tidak memiliki perhitungan final," kata juru bicara Chris Weather, Minggu waktu setempat. "Korban lebih dari 10 orang," sebutnya. Tersangka penembakan akhirnya tewas setelah berlangsung pengejaran selama beberapa jam. Pengejaran berakhir pada Minggu pagi waktu setempat, setelah polisi berhasil melumpuhkan korban. (Jr.)**

 

.

Categories:Internasional,
Tags:,