Ratusan Warga AS Protes Tolak Perpanjangan 'Stay at Home'

Ratusan Warga AS Protes Tolak Perpanjangan 'Stay at Home'

Ratusan warga Ibukota Idaho protes kebijakan pemerintah soal kebijakan 'stay at home'. (foto - Elko Daily)

Washington - Ratusan  orang  berunjuk  rasa  di  sejumlah  kota  Amerika  Serikat  (AS),  menolak  perpanjangan  kebijakan "tinggal di rumah". Sekitar 400 orang berkumpul di Concord, New Hampshire, Annapolis serta Maryland menggelar unjuk rasa.

Sejumlah warga Amerika yang tinggal di negara bagian dengan kasus infeksi rendah gelisah dengan pembatasan tersebut. Di mana 90 persen negara bagian di AS memerintahkan warga agar tetap di rumah di tengah pandemi virus Corona.

Lebih dari 250 orang berunjuk rasa di ibukota Texas, Austin menuntut semua aktivitas segera kembali berlangsung normal. Unjuk rasa juga terjadi di sejumlah negara yang dipimpin politikus Republik seperti New Hampshire.

Dilansir Aljazeera, Minggu (19/4/2020) permintaan bersama mereka adalah agar perintah tinggal di rumah untuk negara bagian dengan penduduk 1,3 juta orang itu dicabut, sebelum batas akhir yaitu 4 Mei seperti yang telah dijadwalkan.

Awal pekan ini, unjuk rasa juga berlangsung di Minnesota, Michigan dan Virginia. Unjuk rasa, yang dihadiri ratusan orang tak memberlakukan jaga jarak sosial atau pun menggunakan masker, menuai kemarahan para gubernur yang telah berupaya keras menekan penyebaran wabah.

New Hampshire melaporkan, sebanyak 1.287 kasus virus Corona terkonfirmasi dengan 37 kematian. Sejauh ini, AS menjadi negara dengan kasus tertinggi di dunia, yaitu lebih dari 706.000 kasus, dan sedikitnya 31.000 kematian. Negara bagian New York menyumbang hampir setengah angka kematian.

Kebanyakan orang Amerika dengan selisih dua banding satu merasa khawatir, tentang pembatasan yang dicabut terlalu cepat, sebagaimana hasil survei Pew baru-baru ini.

Namun, para pengunjuk rasa terdorong melakukan aksinya setelah Presiden Donald Trump dalam rangkaian kicauan di Twitter bertema "Bebebaskan" Michigan, Minnesota dan Virginia, semua negara bagian dengan gubernur dari Demokrat dari perintah tinggal di rumah.

Namun pada sisi lain, Pentagon mengumumkan pada Sabtu perpanjangan pembatasan perjalanan bagi personelnya hingga akhir Juni. Trump telah berulang kali menyerukan agar kembali secepat mungkin ke aktivitas normal, karena penutupan terkait virus telah berdampak menghancurkan pada pekerja dan dunia usaha.

Namun para ahli kesehatan telah memperingatkan, untuk menghindari gelombang infeksi kedua ketika orang kembali bekerja. Tes ekstensif harus tersedia untuk melacak infeksi dan pelacakan kontak dan tes antibodi, untuk mengetahui siapa yang sebelumnya terinfeksi dan siapa yang memiliki kekebalan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,