Simulasi PSBB, Pemkot Bandung Kedepankan Disiplin Warga

Simulasi PSBB, Pemkot Bandung Kedepankan Disiplin Warga

Simulasi PSBB di Balaikota Bandung. (foto - humas)

Bandung  -  Pemerintah  Kota  (Pemkot)   Bandung   menggelar  simulasi  Pembatasan  Sosial Berskala  Besar  (PSBB)  yang dipimpin langsung oleh Walikota Bandung Oded M Danial di Plaza Balaikota Bandung, Senin (20/4/2020).

Simulasi diikuti juga oleh anggota Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung yang berasal dari gabungan Pemkot, TNI dan Polri. Simulasi pertama yang dilakukan, yakni membubarkan warga yang berkerumun, padahal dalam Peraturan Walikota (Perwal) selama pelaksanaan PSBB warga dilarang berkerumun.

Melihat masih banyak warga berkerumun, petugas gabungan dari gugus tugas langsung menghampiri kerumunan tersebut. Warga yang berkerumun tersebut merupakan driver ojek online (ojol) yang sedang menunggu order.

Adu mulut antara driver ojol pun terjadi karena mereka tidak terima dibubarkan petugas. Pasalnya, pihak ojol menyebut mereka sedang mencari nafkah. Pihak ojol sedang mencari nafkah, namun petugas mengimbau jangan ada kerumunan selama PSBB diberlakukan di Kota Bandung.

Di tempat berbeda, petugas gabungan mendatangi tempat hiburan karaoke yang masih buka selama PSBB diberlakukan di Kota Bandung. Saat didatangi petugas, pihak pengusaha karaoke berdalih, pihaknya masih membuka tempat usaha karaokenya karena harus menggaji karyawan.

Meski sempat terjadi ketegangan antara petugas dan pemilik usaha karaoke, akhirnya mereka mengerti setelah petugas memberikan isi dari Perwal tentang PSBB di Kota Bandung. Tempat karaoke itu pun ditutup sementara demi pencegahan virus Corona.

Masih ada simulasi lain yang bertujuan untuk memberikan kedisiplinan kepada warga saat PSBB digelar. Walikota Bandung Oded M Danial mengatakan, lewat simulasi pihaknya optimistis pelaksanaan PSBB di Kota Bandung berjalan baik. "Lewat paparan simulasi hari ini saya sangat optimis, mudah-mudahan pelaksanaan PSBB Kota Bandung bisa terlaksana dengan baik," katanya.

"Sesuai dengan Perwal, di antaranya kita tidak berkerumun, itu harus ditertibkan. Kemudian juga tempat hiburan harus tutup, begitu juga pasar. Selain pedagang sembako dan obat-obatan praktis harus ditutup," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya akan memberi sanksi disiplin sesuai Perwal tentang PSBB dengan memberikan blanko. Namun jika ada pelanggaran pidana, polisi akan memberi tindakan. "Perwal lebih kedepankan peningkatan disiplin warga".

Dalam pengamanan PSBB nantinya, setiap check point akan dijaga ketat oleh petugas gabungan. "Akan ada titik-titik posko gabungan TNI Polri dan Satpol PP Kota Bandung, termasuk disediakannya ambulans di titik posko," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,