Live mesum di Intagram tiga gadis Kalteng diamankan polisi

Live mesum di Intagram tiga gadis Kalteng diamankan polisi

TIga gadis di Kalteng lakukan video mesum diamankan polisi. (foto - Polda Kalteng)

Palangkaraya  -  Tiga  gadis  yang  melakukan  video  mesum  lewat  aksi  "live"  di Instagram  yang  telah  diamankan pihak kepolisian, memiliki kesamaan tanda-tanda cybersex (live show by request) seperti layaknya di Barat.

"Terdapat tanda-tanda cybersex mirip live show by request. Di Barat, ini sudah sejak lama menjadi kegiatan komersial. Terlebih saat work from home dalam wujud live seperti mulai banyak," kata Ahli Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel, Sabtu (25/4/2020).

Ia menduga, kemungkinan kejadian seperti ini terinspirasi oleh tren cybersex yang sejak wabah Covid-19 kian marak, hingga konsumsi metode pornografi komersial seperti itu meningkat. "Kalau memang ada unsur komersial (promosi, teaser atau sejenisnya), motifnya adalah instrumental. Yakni, memperoleh manfaat dari pelanggaran hukum yang mereka lakukan," katanya.

"Namun kalau sebatas iseng, apa boleh buat mungkin ini mendemonstrasikan watak narcistik mereka, dengan cara eksibisionisme (mempertontonkan bagian tubuh yang sensitif ke orang lain)".

Meski demikian, dikhawatirkan setelah mereka tidak sadar ternyata ada orang yang melakukan pelecehan terhadapnya, secara maya dan real time, berdampak pada dunia nyata. "Di dunia nyata mereka kemungkinan mempunyai kerawanan yang lebih tinggi untuk jadi korban kejahatan. Di sisi ini, polisi memasukkan mereka ke dalam penetapan sebagai korban," katanya.

Namun kondisi berbeda bisa terjadi, kata Reza, jika mereka dengan sadar tidak di bawah tekanan, dan semakin menjadi seiring banyaknya komentar netizen. Maka bisa dipahami bahwa ketiga gadis tersebut sebagai pelaku. "Ketiga gadis tersebut jika sengaja memproduksi dan menyebarluaskan tayangan pornografi. Ini bisa memposisikan mereka sebagai pelaku," katanya.

Seperti diketahui, tiga remaja putri asal Kalimantan Tengah (Kalteng) mendadak viral. Bukan karena prestasi yang ditoreh, namun ketiganya jadi buah bibir lantaran aksi nekat membuka pakaian mereka satu per satu saat tayang langsung (live) di Instagram.

Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung Gultom mengatakan ketiga remaja yang diduga berasal dari Kabupaten Pisau itu kini sudah diamankan penyidik. Kepada polisi, mereka mengaku tidak menyangka aksi tak senonoh itu bakal direkam seseorang hingga akhirnya membuat heboh.

"Pengakuan mereka sebenarnya hanya untuk iseng dan hiburan saja. Hanya saja mereka tidak memikirkan dampaknya hingga bisa viral setelah di-share di media sosial. Bahkan, mereka tidak mengetahui video tersebut ternyata di-share oleh orang lain," yegas Gultom.

Ketiga gadis itu masih menjalani pemeriksaan secara intensif di kantor polisi. Sementara polisi memburu penyebar video. "Tiga remaja putri itu akan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi sekaligus korban. Untuk penyebar video masih dalam penyelidikan penyidik," tambahnya. Sejauh ini, Unit PPA Polresta Palangkaraya belum menetapkan tersangka. (Jr.)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait