Bank bjb Raih Laba Bersih Rp 418 Miliar pada Triwulan I-2020

Bank bjb Raih Laba Bersih Rp 418 Miliar pada Triwulan I-2020

Analyst Meeting Bank bjb di Kantor Pusat Bank bjb Jalan Naripan Bandung, Selasa 29 April 2020. (foto - bjb)

Bandung - PT  Bank  Pembangunan  Daerah  Jawa  Barat  dan  Banten  Tbk  (Bank  bjb)  membukukan  laba  bersih  Rp  418 miliar, pada triwulan pertama 2020. Capaian itu diikuti penambahan nilai aset 4,5 persen menjadi Rp 123 triliun, di tengah perlambatan ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

"Catatan positif Bank bjb menunjukkan kekuatan kinerja perusahaan di tengah gempuran perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hasil positif itu dibarengi serangkaian inovasi dan pengembangan berbagai produk, dan jasa layanan perseroan demi menjaga keberlanjutan usaha yang konsisten," kata Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi.

Yuddy menyampaikan hal itu pada pemaparan kinerja triwulan I tahun 2020 Analyst Meeting Bank bjb di Kantor Pusat Bank bjb Jalan Naripan Bandung, Selasa (28/4/2020).

Pelaksanaan Analyst Meeting 2020 kali ini Bank bjb memodifikasi kegiatan sesuai protokol kesehatan Covid-19 melalui format webinar. Bank bjb mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,1 persen menjadi Rp 82,7 triliun.

Pertumbuhan itu melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan di kisaran 6,09 persen per Januari 2020. Pertumbuhan kredit itu juga diimbangi dengan menjaga kualitas kredit, sehingga angka kredit macet (non performing loan - NPL) bisa ditekan pada 1,65 persen.

Angka itu jauh di bawah rata-rata industri perbankan yakni 2,56 persen. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4 persen menjadi Rp 93,8 triliun. Bank bjb juga berhasil menjaga porsi dana murahnya atau current account saving account (CASA) di level 48,5 persen.

"Pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan tetap kami jaga di tengah wabah Corona yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, kami masih dapat menjaga catatan laku pertumbuhan positif," tegas Yuddy.

Ia menjelaskan, kinerja perseroan tidak bisa dilepaskan dari komitmen untuk berpegang pada tata kelola perusahaan yang baik, dipadukan dengan pengembangan berbagai produk dan jasa layanan keuangan yang telah dilakukan dan akan terus diperbarui.

Inovasi untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman sekaligus efisien. "Kami telah persiapkan langkah untuk menopang laju pertumbuhan bisnis dan akan menjadi senjata andalan dalam berbagai situasi, termasuk kondisi pandemi. Seluruh aktivitas yang dijalankan untuk optimalisasi pertumbuhan usaha, serta mewujudkan visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Perbankan,
Tags:,